Sabtu, 15 Agustus 2026

Kuba Kembali Gelap Gulita, Pemadaman Listrik Total Lumpuhkan Pulau di Tengah Krisis Energi


 Kuba Kembali Gelap Gulita, Pemadaman Listrik Total Lumpuhkan Pulau di Tengah Krisis Energi Jaringan Listrik Kuba Kolaps, Seluruh Pulau Alami Pemadaman Total. (Ilustrasi AI)

KOTA MEKSIKO, ARAHKITA.COM – Kuba kembali diselimuti kegelapan setelah seluruh jaringan listrik nasional mengalami keruntuhan pada Senin (6/7/2026). Pemadaman berskala nasional ini menjadi yang ketiga sepanjang tahun 2026 dan semakin menegaskan rapuhnya sistem energi di negara kepulauan Karibia tersebut.

Pemerintah Kuba langsung mengaktifkan protokol pemulihan untuk mengembalikan pasokan listrik. Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan berlangsung bertahap mengingat kondisi sistem kelistrikan yang masih belum stabil. 

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba melalui platform X mengonfirmasi bahwa telah terjadi pemutusan total pada sistem kelistrikan nasional.

"Telah terjadi pemutusan total sistem kelistrikan. Protokol pemulihan telah diaktifkan," demikian pernyataan kementerian dilansir Antara.

Beberapa jam setelah gangguan terjadi, perusahaan listrik nasional Union Electrica de Cuba (UNE) mengumumkan bahwa salah satu unit pembangkit mulai kembali beroperasi.

Unit pembangkit yang berhasil diaktifkan berada di Energás Boca de Jaruco, yang berlokasi di Santa Cruz del Norte, Provinsi Mayabeque. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas sekitar 313 megawatt (MW) dan menjadi salah satu fasilitas penting dalam proses pemulihan pasokan listrik nasional. 

Krisis Energi Belum Berakhir

Pemadaman kali ini menambah panjang daftar gangguan listrik yang melanda Kuba sepanjang tahun 2026. Produksi dan distribusi energi di negara itu masih menghadapi tekanan akibat keterbatasan pasokan bahan bakar, infrastruktur kelistrikan yang menua, serta meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat. 

Situasi semakin memburuk setelah Amerika Serikat pada akhir Januari memberlakukan embargo minyak terhadap Kuba serta mengancam mengenakan tarif bagi negara-negara yang memasok minyak ke pulau tersebut.

Pemerintah Kuba menilai kebijakan itu memperburuk krisis energi yang sedang berlangsung. Menurut pemerintah, pembatasan pasokan energi telah memicu kelangkaan bahan bakar dan berdampak luas terhadap berbagai sektor penting.

Gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi pasokan listrik rumah tangga, tetapi juga menghambat transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan di seluruh negeri.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru