Rusia: Kesepakatan Final Iran dan AS Diprediksi Sulit Tercapai


 Rusia: Kesepakatan Final Iran dan AS Diprediksi Sulit Tercapai Arsip foto - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. /ANTARA/Anadolu/py.

MOSKOW, ARAHKITA.COM – Rusia menilai proses menuju kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih akan menghadapi berbagai tantangan. Meski kedua negara telah memiliki nota kesepahaman sebagai dasar perundingan, peluang mencapai kesepakatan komprehensif dinilai tidak akan mudah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, pada Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, sejumlah isu penting masih menjadi penghalang dalam proses negosiasi antara Teheran dan Washington.

"Dokumen awal memang sudah ada dan tenggat waktu untuk menyelesaikan sejumlah kesepakatan juga telah ditetapkan. Namun, saya melihat proses menuju kesepakatan final akan sangat sulit," ujar Medvedev kepada wartawan.

Ia menambahkan, salah satu persoalan yang diperkirakan akan menjadi titik perdebatan adalah pendanaan untuk rekonstruksi Iran pascakonflik. Menurut Medvedev, isu tersebut membutuhkan komitmen politik dan finansial yang tidak sederhana dari berbagai pihak.

Hadiri Penghormatan Terakhir Ali Khamenei

Sehari sebelumnya, Jumat (3/7/2026), Medvedev berada di Iran untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebagai utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berdasarkan laporan Anadolu, upacara tersebut dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi dari berbagai negara. Dari kawasan Timur Tengah hadir Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Sementara dari negara-negara Arab hadir Ketua Dewan Syura Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Elkhereiji, Ketua Dewan Negara Oman Abdulmalik bin Abdullah Al Khalili, dan Wakil Presiden Yaman Aidarus al-Zoubaidi dikutip Antara.

Delegasi Asia Tengah juga turut memberikan penghormatan, di antaranya Pemimpin Nasional Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev, Ketua Parlemen Kirgizstan Marlyn Mamataliyev, serta Sekretaris Jenderal Shanghai Cooperation Organization Nurlan Yermekbayev.

Selain itu, hadir pula Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Ketua Majelis Rendah Belarus Igor Sergeyenko, Ketua Senat Mesir Abdel Wahab Abdel Razek, Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Ghani Baradar, serta delegasi China yang dipimpin Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei.

Pernyataan Medvedev menjadi sinyal bahwa meski jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat terus dibuka, berbagai persoalan strategis masih harus diselesaikan sebelum kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang benar-benar komprehensif.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru