Loading
Foto yang diambil pada 17 Agustus 2022 menunjukkan tepian Sungai Rhine di Dusseldorf, Jerman. Ketinggian air Sungai Rhine turun akibat kenaikan suhu yang tinggi dan kekeringan. ANTARA/Xinhua/Ren Pengfei
BERLIN, ARAHKITA.COM – Gelombang panas yang melanda Eropa kembali memecahkan rekor. Jerman dan Republik Ceko sama-sama mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah pencatatan cuaca pada Sabtu (27/6/2026), menandai semakin ekstremnya kondisi cuaca di kawasan tersebut.
Di Jerman, Badan Meteorologi Nasional Jerman (Deutscher Wetterdienst/DWD) mencatat suhu mencapai 41,5 derajat Celsius di komunitas Moeckern-Drewitz, wilayah timur negara itu. Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi baru yang pernah tercatat di Jerman.
Rekor ini sekaligus menjadi hari kedua berturut-turut suhu di Jerman mencetak sejarah. Sehari sebelumnya, Jumat (26/6/2026), suhu di Saarbruecken, Jerman bagian barat, mencapai 41,3 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya.
Baca juga:
Gelombang Panas Ekstrem Picu Kebakaran Hutan di Jerman, Suhu Malam Pecahkan Rekor SejarahCuaca panas ekstrem mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Rumah-rumah sakit melaporkan peningkatan jumlah pasien yang datang ke unit gawat darurat, terutama warga lanjut usia yang mengalami serangan panas (heat stroke) akibat paparan suhu tinggi.
Tak hanya sektor kesehatan, infrastruktur juga ikut terdampak. Panas berkepanjangan menyebabkan ruas beton di jalan tol A2 memuai, melengkung, hingga pecah. Akibatnya, dua ruas jalan utama terpaksa ditutup total sejak Kamis (25/6/2026).
Operator jalan tol memperkirakan penutupan akan berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) sore waktu setempat. Pelat beton yang rusak akan diganti dengan lapisan aspal agar jalur tersebut dapat kembali digunakan dikutip Antara.
Sementara itu, Republik Ceko juga mengalami kondisi serupa. Institut Hidrometeorologi Ceko (CHMI) melaporkan stasiun cuaca di Doksany, sebelah utara Praha, mencatat suhu 40,6 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya sebesar 40,4 derajat Celsius yang tercatat pada 2012.
CHMI menyebut suhu saat pengukuran masih terus meningkat sehingga angka tersebut berpotensi bertambah dan menjadi rekor akhir yang lebih tinggi.
Gelombang panas yang melanda sejumlah negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Selain mengancam kesehatan masyarakat, suhu tinggi juga meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur, kebakaran hutan, hingga gangguan terhadap aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.