Suhu Inggris Tembus 36,9 Derajat Celsius, Pecahkan Rekor Panas Juni yang Bertahan 50 Tahun


 Suhu Inggris Tembus 36,9 Derajat Celsius, Pecahkan Rekor Panas Juni yang Bertahan 50 Tahun uhu Inggris Tembus 36,9 Derajat Celsius, Pecahkan Rekor Panas Juni yang Bertahan 50 Tahun. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gelombang panas yang melanda Inggris terus mencetak sejarah. Suhu udara di wilayah selatan Inggris mencapai 36,9 derajat Celsius, melampaui rekor suhu tertinggi bulan Juni yang telah bertahan sejak tahun 1976.

Data dari Kantor Badan Meteorologi Inggris pada Jumat (26/6/2026) menunjukkan bahwa angka tersebut menjadi rekor baru setelah suhu ekstrem tercatat berulang kali dalam tiga hari terakhir.

Sebelumnya, suhu udara di sejumlah wilayah Inggris selatan sudah lebih dulu mencatat angka yang sangat tinggi, yakni 35,8 derajat Celsius, 36,1 derajat Celsius, dan 36,4 derajat Celsius pada Rabu hingga Kamis (24–25 Juni).

Dalam unggahan resminya di platform X, Badan Meteorologi Inggris menyebut gelombang panas masih terus memecahkan rekor.

"Gelombang panas terus memecahkan rekor, dengan rekor sementara hari terpanas pada Juni yaitu 36,9°C di Wattisham, Suffolk," dikutip Antara.

Suhu tertinggi tersebut tercatat di Wattisham, Suffolk, yang kini menjadi lokasi dengan temperatur terpanas di Inggris untuk bulan Juni.

Sebelumnya, pada Senin (22/6), Badan Meteorologi Inggris telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Inggris dan Wales menyusul prakiraan cuaca ekstrem. Saat itu, suhu diperkirakan dapat menembus hingga 39 derajat Celsius pada pertengahan pekan.

Meski demikian, prakiraan tersebut kemudian direvisi. Kendati tidak mencapai angka 39 derajat Celsius, suhu yang tercatat tetap berhasil melampaui rekor historis Juni 1976 yang selama hampir lima dekade belum pernah terpecahkan.

Fenomena ini kembali memperlihatkan dampak meningkatnya cuaca ekstrem di kawasan Eropa, di mana gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan memicu kekhawatiran terhadap perubahan iklim serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, infrastruktur, dan lingkungan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru