Ilustrasi Swiss ANTARAAnadolupy Anadolu
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Swiss menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat setelah menyambut kedatangan delegasi Teheran di Burgenstock, Kanton Nidwalden. Pertemuan tersebut difokuskan pada implementasi nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.
Melalui unggahan resmi di media sosial X, Sabtu (20/6/2026) Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa delegasi Iran tengah menuju Burgenstock untuk mengikuti pembahasan teknis terkait pelaksanaan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama Washington. Swiss menegaskan perannya sebagai fasilitator yang menyediakan ruang diplomasi netral bagi kedua pihak.
Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa pembicaraan tingkat teknis antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 di Burgenstock, Swiss. Lokasi tersebut dipilih atas usulan para mediator, termasuk Pakistan dan Qatar, yang selama ini terlibat dalam proses diplomasi kedua negara.
Baca juga:
180 Anggota Parlemen Iran Desak Pemerintah Batalkan MoU dengan AS, Ketegangan Kembali MemanasKementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa negara tersebut terus mendukung jalannya dialog dan menjaga kerahasiaan proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance dilaporkan telah meninggalkan Washington untuk menghadiri rangkaian pembicaraan tersebut. Kehadirannya dinilai menunjukkan keseriusan Washington dalam mengawal implementasi kesepakatan yang telah dicapai bersama Iran.
Sebelumnya, perjalanan Vance sempat tertunda setelah rencana pertemuan awal mengalami perubahan akibat dinamika keamanan kawasan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan proses diplomasi kembali berjalan dan memasuki tahap teknis.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan tercapainya nota kesepahaman 14 poin yang dikenal sebagai Perjanjian Islamabad. Kesepakatan tersebut menjadi landasan awal bagi kedua negara untuk menghentikan konflik, membuka kembali jalur pelayaran strategis, serta menyelesaikan berbagai isu melalui jalur diplomasi.
Nota kesepahaman itu mulai berlaku setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 18 Juni 2026.
Beberapa poin utama dalam kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer, pembukaan kembali Selat Hormuz, pembahasan program nuklir Iran, hingga proses pencabutan sanksi ekonomi secara bertahap.
Usai pemberlakuan nota kesepahaman, kedua negara diperkirakan menjalani periode negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran, mekanisme pengawasan internasional, dan normalisasi hubungan ekonomi.
Proses pembicaraan di Swiss menjadi tahap penting dalam menentukan apakah kesepakatan sementara tersebut dapat berkembang menjadi perjanjian yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi kedua