Loading
Ilustrasi Bendera Amerika Serikat dan Bendera Iran ANTARAAnadolu Agencypri
JAKARTA,ARAHKITA.COM - Pembicaraan tingkat teknis antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di resor pegunungan Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Sabtu (20/6/2026).
Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya di Islamabad.
“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad, pembicaraan tingkat teknis akan dilaksanakan di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Pertemuan tersebut akan melibatkan delegasi dari Amerika Serikat dan Iran, serta dimediasi oleh Pakistan dan Qatar sebagai pihak penengah dalam proses dialog kedua negara.
Agenda ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada 19 Juni, namun harus ditunda akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon yang melibatkan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Sebelumnya, pada 14 Juni, Washington dan Teheran sama-sama mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman telah rampung. Kesepakatan tersebut kemudian ditandatangani secara jarak jauh pada malam sebelum 18 Juni.
Dokumen itu menjadi kerangka awal untuk membuka ruang negosiasi lanjutan antara kedua negara, terutama terkait isu sensitif program nuklir Iran serta kebijakan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk mencapai perjanjian final mengenai isu-isu utama yang menjadi sumber ketegangan selama ini.
Selain itu, dalam poin lain yang tercantum dalam nota kesepahaman, Amerika Serikat disebut akan mempertimbangkan pencabutan blokade angkatan laut, sementara Iran diharapkan mengambil langkah untuk memulihkan aktivitas pelayaran di kawasan strategis Selat Hormuz.
Dengan adanya pertemuan di Swiss ini, proses diplomasi antara kedua negara kembali berlanjut di tengah upaya meredakan ketegangan dan mencari titik temu yang lebih stabil di kawasan Timur Tengah.