Iran-Oman Segera Umumkan Tata Kelola Baru Selat Hormuz. (Ilustrasi AI)
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Iran dan Oman dikabarkan akan segera mengumumkan kerja sama baru terkait pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa kedua negara telah melakukan konsultasi intensif dan mencapai sejumlah kesepahaman mengenai tata kelola kawasan tersebut.
Menurut Araghchi, hasil pembahasan itu akan dituangkan dalam sebuah program bersama yang kemungkinan besar akan diumumkan dalam waktu dekat, disertai pernyataan resmi dari kedua pemerintah.
Baca juga:
ASEAN Desak AS dan Iran Tahan Eskalasi, Khawatir Upaya Perdamaian Timur Tengah Gagal Total“Kami telah berkonsultasi erat dengan Oman mengenai masalah ini dan mencapai hasil yang memuaskan. Kami mungkin akan segera menerbitkan program bersama dan mengeluarkan pernyataan bersama,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Selat Hormuz Tetap Terbuka, Namun Aturan Akan Diperbarui
Baca juga:
India Larang Warganya Bekerja di Kapal yang Melintasi Selat Hormuz, Ancaman Keamanan Kian MeningkatAraghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz selama ini tetap terbuka bagi lalu lintas pelayaran internasional. Namun, ia menilai perlu adanya pembaruan tata kelola yang lebih jelas dan sesuai dengan perkembangan situasi saat ini.
Menurutnya, keputusan yang diambil Iran terkait jalur strategis tersebut akan membawa perubahan signifikan sehingga kondisi di masa depan tidak akan sama seperti sebelumnya.
Pemerintah Iran mendorong pembentukan kerangka hukum baru yang sejalan dengan hukum internasional guna mengatur aktivitas pelayaran di kawasan itu. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan jalur perdagangan internasional.
Tidak Ada Bea Masuk, Biaya Layanan Masih Dikaji
Meski demikian, Araghchi menepis spekulasi mengenai kemungkinan penerapan bea masuk bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.Ia menjelaskan bahwa pemerintah Iran tidak sedang mempertimbangkan pungutan dalam bentuk tarif transit. Namun, pihaknya membuka kemungkinan adanya biaya tertentu yang berkaitan dengan layanan pendukung pelayaran.
Hingga kini, rincian mengenai bentuk layanan maupun mekanisme pembiayaannya masih dalam tahap pembahasan.
Jalur Strategis Perdagangan Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah melewati perairan ini sebelum menuju pasar internasional dikutip Antara.
Karena perannya yang vital bagi perdagangan energi global, setiap perubahan kebijakan atau regulasi di Selat Hormuz selalu mendapat perhatian dari pelaku industri maritim, negara-negara importir energi, hingga pasar keuangan internasional.
Pengumuman resmi kerja sama Iran dan Oman diperkirakan akan menjadi perkembangan penting yang berpotensi memengaruhi dinamika pelayaran dan perdagangan di kawasan tersebut.