Iran Serang Pangkalan AS di Irak dan Target Militer Lain Usai Ancaman Washington


  Iran Serang Pangkalan AS di Irak dan Target Militer Lain Usai Ancaman Washington Ilustrasi - Rudal Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang dikaitkan dengan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan kantor berita Nour News Kamis (11/6/2026), Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Harir yang digunakan oleh militer Amerika Serikat di Irak utara. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas meningkatnya tekanan dan aksi militer Washington terhadap Teheran.

Selain pangkalan udara, laporan tersebut juga menyebut Iran menargetkan fasilitas radar milik AS di wilayah Kurdistan Irak. Tidak hanya itu, sejumlah kapal Amerika Serikat yang berada di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia juga diklaim menjadi sasaran operasi militer Iran.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menuding Iran menghambat proses perundingan dan mengisyaratkan kemungkinan dilakukannya serangan besar terhadap negara tersebut.

Di tengah memanasnya situasi, media Iran melaporkan serangkaian ledakan yang terjadi di beberapa wilayah strategis, termasuk Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik pada Kamis dini hari waktu setempat. Sistem pertahanan udara Iran juga dilaporkan diaktifkan di Teheran serta sejumlah wilayah selatan negara itu.

Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran menyatakan telah mendeteksi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat tempur F-16 Amerika Serikat di bagian selatan Iran.

Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran dan memperingatkan akan memberikan balasan yang lebih keras apabila terjadi serangan lanjutan dari pihak Amerika Serikat.

Situasi ini menambah kekhawatiran internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Konflik yang terus meningkat dikhawatirkan berdampak pada keamanan regional serta pasokan minyak global.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru