Loading
Mantan perdana menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra bebas penuh dari hukuman seusai menerima pengampunan Raja Thailand. (Antaranews)
BANGKOK, ARAHKITA.COM – Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi memperoleh kebebasan penuh setelah menerima pengampunan dari Raja Thailand melalui dekret kerajaan yang diterbitkan pekan ini.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Kehakiman Thailand, Rutthapol Naowarat, pada Rabu (3/6/2026). Menurutnya, Thaksin memenuhi seluruh syarat yang tercantum dalam dekret pengampunan kerajaan yang diumumkan melalui Royal Gazette pada Selasa (2/6/2026).
Dengan berlakunya keputusan tersebut, Thaksin tidak lagi diwajibkan menjalani masa percobaan yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 9 September 2026. Ia juga dinyatakan bebas dari sisa hukuman yang masih harus dijalani.
Rutthapol menjelaskan bahwa dekret tersebut mulai berlaku sehari setelah diterbitkan. Salah satu ketentuannya menyebutkan bahwa narapidana yang memiliki sisa masa hukuman kurang dari satu tahun dapat memperoleh pembebasan langsung. Kondisi itu membuat Thaksin termasuk dalam kelompok yang berhak menerima pengampunan penuh.
Sebelumnya, Thaksin telah keluar dari Penjara Pusat Klong Prem pada 11 Mei lalu untuk menjalani empat bulan terakhir dari hukuman satu tahun penjara dalam status pembebasan bersyarat. Selama masa tersebut, ia diwajibkan melapor secara rutin setiap bulan kepada petugas pengawasan serta mengenakan gelang pemantau elektronik.
Meski telah memperoleh kebebasan penuh, pelepasan perangkat pemantau elektronik masih menunggu proses administrasi lanjutan. Sejumlah media Thailand melaporkan bahwa sebuah komite khusus yang terdiri atas tiga anggota masih harus melakukan verifikasi terhadap para penerima pengampunan sesuai ketentuan dekret.
Komite tersebut memiliki waktu hingga 120 hari untuk menyelesaikan pemeriksaan dokumen dan memastikan seluruh penerima memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Laporan media setempat juga menyebutkan bahwa Thaksin perlu terlebih dahulu memperoleh surat keterangan bebas sebagai bukti sah berakhirnya status hukum yang dijalaninya. Dokumen tersebut penting karena berkaitan dengan catatan kriminal serta berbagai urusan administratif, termasuk perjalanan internasional.
Setelah seluruh proses administrasi rampung, Thaksin dapat mendatangi kantor pembebasan bersyarat untuk melepas gelang pemantau elektronik yang selama ini dikenakannya.
Kebebasan penuh ini menjadi babak terbaru dalam perjalanan politik Thaksin yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus kontroversial dalam politik Thailand.