Arab Saudi Kecam Serangan Israel di Lebanon, Desak Dunia Internasional Bertindak


 Arab Saudi Kecam Serangan Israel di Lebanon, Desak Dunia Internasional Bertindak Seorang penduduk memeriksa kehancuran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Ansariyeh, Lebanon, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Arab Saudi mengecam meningkatnya serangan militer Israel di wilayah Lebanon dan menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (1/6/2026), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan eskalasi konflik yang terjadi.

Riyadh menilai perlu adanya tanggung jawab bersama untuk menghentikan tindakan militer Israel yang dinilai memperluas operasi di wilayah Lebanon.

“Komunitas internasional harus memikul tanggung jawabnya untuk mengakhiri agresi ini dan menghentikan pergerakan militer Israel yang bertujuan memperluas invasi ke wilayah Lebanon,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Arab Saudi juga menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan Lebanon serta keselamatan rakyatnya sesuai dengan ketentuan hukum dan perjanjian internasional yang berlaku.

Dalam pernyataan tersebut, Riyadh kembali menekankan dukungannya terhadap implementasi Perjanjian Taif, yang dianggap sebagai dasar penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan Lebanon.

“Penting untuk memastikan perluasan otoritas negara Lebanon atas seluruh wilayahnya, serta membatasi kepemilikan senjata hanya kepada negara dan institusi resminya,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut Arab Saudi, langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas di Lebanon yang saat ini berada dalam situasi konflik berkepanjangan.

Sementara itu, situasi di kawasan terus memanas sejak awal Maret ketika Israel meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Gencatan senjata yang sebelumnya berlaku sejak 17 April juga disebut mengalami ketegangan di lapangan setelah berbagai insiden militer berlanjut.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan peningkatan intensitas serangan. Militer Israel juga dilaporkan merebut wilayah strategis Kastil Beaufort di Lebanon, yang semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.

Eskalasi ini menambah kekhawatiran internasional terkait potensi meluasnya konflik di Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru