Senin, 28 September 2026

Trump Yakin Iran Ingin Berdamai, Optimistis Kesepakatan dengan AS Segera Tercapai


 Trump Yakin Iran Ingin Berdamai, Optimistis Kesepakatan dengan AS Segera Tercapai Arsip - Presiden AS Donald Trump berjalan menuju halaman selatan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Li Yuanqin/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, Trump optimistis pembicaraan kedua negara akan menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin (1/6/2026). Ia menegaskan bahwa Teheran menunjukkan keseriusan untuk mencapai titik temu dengan Amerika Serikat setelah berbulan-bulan ketegangan melanda kawasan Timur Tengah.

Menurut Trump, peluang tercapainya perjanjian cukup besar dan hasilnya akan memberikan manfaat tidak hanya bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi negara-negara sekutu yang selama ini terlibat dalam dinamika kawasan.

“Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan,” tulis Trump, seraya menyebut bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi langkah positif bagi semua pihak yang terlibat.

Meski demikian, Trump mengaku upaya diplomasi yang sedang berjalan tidak lepas dari berbagai hambatan politik. Ia menyoroti banyaknya suara yang saling bertentangan, baik dari kalangan oposisi maupun dari sebagian anggota partainya sendiri.

Menurutnya, ada pihak yang mendesak agar proses negosiasi dipercepat, sementara yang lain justru meminta langkah yang lebih lambat. Bahkan, sejumlah kelompok juga berbeda pandangan terkait opsi penggunaan kekuatan militer terhadap Iran.

Trump menilai beragam komentar tersebut justru membuat proses diplomasi menjadi lebih rumit. Ia menyebut kritik dan komentar yang terus bermunculan sebagai “ocehan” yang tidak membantu penyelesaian konflik.

Karena itu, Trump meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi para negosiator bekerja dan menunggu hasil akhir dari pembicaraan yang masih berlangsung.

“Duduk saja dan tenanglah, semuanya akan berakhir dengan baik pada akhirnya—selalu begitu,” ujar Trump dikutip Antara.

Ketegangan Masih Membayangi

Optimisme Trump muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih belum sepenuhnya stabil. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel serta kepentingan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga sempat menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan yang menghasilkan gencatan senjata pada 8 April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum berhasil melahirkan kesepakatan permanen.

Sejak saat itu, Washington dan Teheran terus bertukar proposal serta usulan balasan guna membuka jalan bagi perundingan langsung yang lebih komprehensif. Kedua pihak kini masih mencari formula yang dapat mengakhiri konflik sekaligus menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Dengan negosiasi yang terus berjalan, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru