Loading
Ilustrasi topan. /ANTARA/Anadolu/py.
TOKYO, ARAHKITA.COM – Jepang bersiap menghadapi dampak Topan Jangmi yang diperkirakan membawa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi ke sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Minggu (31/5/2026) memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berpotensi mengguyur kawasan pesisir Pasifik mulai dari Pulau Kyushu di barat daya hingga wilayah Kanto yang mencakup Tokyo. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga Rabu (3/6/2026).
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tanah longsor, luapan sungai, banjir, serta gelombang pasang yang dapat dipicu oleh badai.
Menurut JMA, Topan Jangmi diperkirakan mendekati Okinawa dan Kepulauan Amami pada Senin (1/6/2026) hingga Selasa (2/6/2026). Setelah itu, sistem badai diperkirakan berbelok ke arah timur dan bergerak menuju wilayah Jepang bagian barat serta timur pada Rabu, meski dengan kekuatan yang sedikit melemah.
Namun demikian, dampak cuaca buruk diperkirakan sudah dirasakan lebih awal. Hal ini disebabkan oleh keberadaan front cuaca yang tertahan di bagian utara topan, sehingga hujan telah mulai turun di sejumlah daerah bahkan sebelum pusat badai mendekati daratan Jepang.
JMA juga memperingatkan bahwa durasi hujan yang cukup panjang dapat meningkatkan akumulasi curah hujan secara signifikan. Di beberapa wilayah, total curah hujan diperkirakan dapat melampaui 200 hingga 300 milimeter.
Dampak topan juga mulai dirasakan pada sektor transportasi udara. Sejumlah penerbangan menuju dan dari Okinawa telah dibatalkan oleh maskapai Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang memburuk.
Untuk periode 24 jam hingga Senin siang, curah hujan diperkirakan mencapai 100 milimeter di Okinawa serta sekitar 80 milimeter di Amami dan wilayah selatan Kyushu.
Sementara itu, hingga Selasa siang, akumulasi curah hujan diperkirakan meningkat hingga mencapai 300 milimeter di Okinawa, Amami, dan Kyushu bagian selatan.
Pada periode hingga Rabu siang, wilayah Pulau Shikoku dan kawasan Kansai di Jepang bagian barat diperkirakan menerima curah hujan hingga 300 milimeter. Adapun wilayah lain seperti Tokai di Jepang tengah serta Kanto diperkirakan mengalami curah hujan sekitar 200 milimeter.
Berdasarkan pemantauan JMA pada Minggu sore, Topan Jangmi bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam di perairan selatan Okinawa dikutip Antara.
Topan tersebut memiliki tekanan udara pusat sebesar 975 hektopaskal, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 108 kilometer per jam. Sementara itu, kecepatan hembusan angin sesaat tercatat dapat mencapai 162 kilometer per jam.
Dengan potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang menyertainya, masyarakat di wilayah terdampak diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh Topan Jangmi.