Loading
Ilustrasi- Sebuah kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.)
SEOUL, ARAHKITA.COM – Sebuah kapal tanker minyak milik Korea Selatan dilaporkan mulai meninggalkan kawasan Selat Hormuz setelah pemerintah Seoul melakukan koordinasi dengan Iran terkait keamanan pelayaran di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, mengatakan kapal tanker itu saat ini sedang melintasi Selat Hormuz usai melalui proses konsultasi dengan pihak Iran.
“Saat ini kapal tanker tersebut sedang melintasi Selat Hormuz,” ujar Cho Hyun dalam rapat komite urusan luar negeri parlemen Korea Selatan, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap, kapal tersebut berpotensi menjadi kapal Korea Selatan pertama yang berhasil keluar dari Selat Hormuz sejak konflik di Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu.
Jika berhasil memasuki wilayah Teluk Oman, jumlah kapal Korea Selatan yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz diperkirakan berkurang menjadi 25 unit.
Pemerintah Korea Selatan terus berupaya memastikan keamanan jalur pelayaran bagi kapal-kapal mereka yang masih berada di kawasan tersebut. Seoul saat ini juga masih melakukan pembicaraan intensif dengan Iran guna menjamin proses pelayaran yang aman dan cepat.
“Kami sedang melakukan komunikasi dengan Iran untuk memastikan jalur yang aman bagi seluruh kapal Korea Selatan,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan seperti dikutip Yonhap.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global, termasuk aktivitas kapal-kapal niaga internasional yang melintasi wilayah tersebut.
Situasi keamanan di kawasan itu terus menjadi perhatian dunia karena dapat berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak global dan stabilitas harga energi internasional.