Jepang Resmikan Bandara Bertema Pokémon untuk Bangkitkan Pariwisata Noto


 Jepang Resmikan Bandara Bertema Pokémon untuk Bangkitkan Pariwisata Noto Arsip foto - Cenderamata boneka Pikachu mengenakan Batik yang dipamerkan di Jakarta, Kamis (23/1/2025). ANTARA/Pamela Sakina/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Jepang akan menyematkan nama Pokémon pada Bandara Noto di Prefektur Ishikawa sebagai bagian dari upaya revitalisasi wilayah Semenanjung Noto yang terdampak bencana alam.

Mulai 7 Juli 2026 hingga 30 September 2029, bandara tersebut akan resmi menggunakan nama “Bandara Noto Satoyama Pokémon With You”.

Menurut laporan Kyodo pada Kamis (14/5/2026) waktu setempat langkah ini dilakukan untuk membantu memulihkan kawasan Noto yang sebelumnya dilanda gempa bumi besar pada awal 2024 serta hujan lebat yang menyebabkan kerusakan di wilayah tersebut.

Gubernur Ishikawa, Yukiyoshi Yamano, mengatakan proyek ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus meningkatkan semangat masyarakat setempat.

“Saya ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak di Noto dan membangkitkan semangat mereka sebanyak mungkin,” ujar Yamano.

Nama bandara bertema Pokémon itu diusulkan oleh Pokémon With You Foundation pada April tahun lalu. Organisasi tersebut dibentuk oleh karyawan The Pokémon Company dan bergerak dalam kegiatan sosial.

Bandara yang berada di Kota Wajima itu sebelumnya dikenal sebagai Bandara Noto Satoyama. Istilah “Satoyama” merujuk pada ekosistem pedesaan Jepang yang terdiri atas ladang dan hutan yang dikelola masyarakat lokal.

Sebagai bagian dari proyek ini, bandara akan dihiasi sedikitnya 111 karakter Pokémon dan menghadirkan toko khusus yang menjual merchandise eksklusif bertema Pokémon.

Tak hanya di area bandara, pemerintah setempat juga akan menghadirkan berbagai fasilitas bertema Pokémon di wilayah terdampak bencana, termasuk penutup lubang got bergambar karakter Pokémon dan fasilitas cuci kaki dengan dekorasi karakter populer tersebut.

Pemerintah berharap proyek wisata kreatif ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di kawasan Noto.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru