Menteri Luar Negeri China Wang Yi. ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.
BEIJING, ARAHKITA.COM – Pemerintah China menegaskan bahwa hubungan dengan Amerika Serikat tidak boleh berhenti pada pernyataan diplomatik semata. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan hubungan kedua negara harus diwujudkan melalui langkah konkret yang mampu menjaga stabilitas global.
Pernyataan itu disampaikan Wang Yi setelah pertemuan bilateral antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berlangsung selama lebih dari dua jam di Beijing, Kamis.
Menurut Wang Yi, hubungan China-AS yang konstruktif, strategis, dan stabil harus menjadi arah bersama kedua negara, bukan hanya slogan politik.
“Hubungan China-AS yang konstruktif, strategis, dan stabil bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi tujuan yang dipegang teguh oleh kedua pihak dan diwujudkan melalui tindakan bersama,” ujar Wang Yi dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.
Pertemuan Xi dan Trump berlangsung dalam suasana diplomatik yang cukup hangat. Setelah pembicaraan bilateral, kedua pemimpin melanjutkan agenda dengan kunjungan ke Kuil Langit serta menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.
Keesokan harinya, Trump juga mendapatkan kesempatan melakukan tur privat ke Zhongnanhai, kompleks pemerintahan sekaligus kediaman resmi para petinggi Partai Komunis China.
Wang Yi mengatakan kedua negara kini diharapkan mampu membuka babak baru hubungan bilateral melalui kebijakan nyata yang saling menguntungkan.
“Langkah konkret perlu dilakukan untuk memperkaya arah baru hubungan kedua negara,” katanya.
Pengusaha Amerika Diajak Perkuat Kerja Sama
Kunjungan Trump ke China juga melibatkan sejumlah pengusaha besar Amerika Serikat. Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa hubungan ekonomi tetap menjadi salah satu fokus utama dalam diplomasi kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping disebut mendorong para pelaku usaha Amerika untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan China. Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan ekonomi China akan terus diperluas.
Tak hanya Xi Jinping, Perdana Menteri China Li Qiang juga bertemu langsung dengan delegasi pengusaha Amerika.
Menurut Wang Yi, sebagian besar pengusaha AS masih memandang China sebagai pasar penting dan ingin memperluas bisnis mereka di negara tersebut.
“Mereka pada umumnya menyatakan sangat menghargai pasar China dan berharap memperdalam kerja sama bisnis,” ujar Wang Yi dikutip Antara.
Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa di tengah dinamika politik global, China masih menjadi salah satu tujuan investasi utama bagi perusahaan-perusahaan Amerika.
Pertukaran Pemuda Jadi Jembatan Masa Depan
Selain isu ekonomi dan diplomasi, pertemuan Xi dan Trump juga menyoroti pentingnya hubungan antar masyarakat kedua negara.Xi Jinping disebut mendorong program pertukaran budaya dan pendidikan dengan mengundang 50 ribu remaja Amerika datang ke China dalam lima tahun ke depan untuk belajar dan mengikuti pertukaran budaya.
Program tersebut, menurut Wang Yi, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan di kedua negara.
Di sisi lain, Trump juga menyatakan keterbukaan Amerika Serikat terhadap mahasiswa China yang ingin melanjutkan pendidikan di AS.
Bagi China, pertukaran generasi muda dianggap penting untuk membangun hubungan jangka panjang yang lebih sehat antara dua negara dengan pengaruh terbesar di dunia tersebut.
“Pertukaran dua arah akan memperluas wawasan kaum muda dan membantu membentuk masa depan hubungan China-AS yang lebih baik,” kata Wang Yi.
Hubungan China-AS Dinilai Berdampak Global
Wang Yi menegaskan hubungan antara China dan Amerika Serikat bukan hanya menyangkut kepentingan dua negara, tetapi juga memengaruhi stabilitas dunia internasional.
Dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 1,7 miliar jiwa dan kekuatan ekonomi terbesar dunia, hubungan kedua negara dinilai memiliki dampak luas terhadap perdagangan, keamanan, hingga geopolitik global.
Karena itu, China menyatakan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjalankan berbagai kesepakatan penting yang telah dicapai dalam pertemuan kedua kepala negara tersebut.