BRICS Soroti Ketimpangan Gender di PBB, Dorong Perempuan Jadi Sekjen Pertama


 BRICS Soroti Ketimpangan Gender di PBB, Dorong Perempuan Jadi Sekjen Pertama Logo kelompok kemitraan strategis BRICS. (ANTARA/https://infobrics.org)

NEW DELHI, ARAHKITA.COM – Negara-negara anggota BRICS kembali menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam kepemimpinan global. Dalam pertemuan para menteri luar negeri yang digelar di New Delhi, India, kelompok ini mendorong agar perempuan mendapat peluang lebih besar untuk memimpin organisasi internasional, termasuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pernyataan resmi yang dirilis usai KTT pada Jumat (15/5/2026), para menteri luar negeri BRICS menilai proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya perlu menjadi momentum perubahan. Mereka menyoroti fakta bahwa hingga kini belum pernah ada perempuan yang menduduki jabatan tertinggi di PBB tersebut.

“Dalam proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya, para menteri mencatat hanya satu warga Amerika Latin dan Karibia yang pernah menduduki posisi itu, serta belum pernah ada perempuan terpilih,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Seruan itu menjadi bagian dari dorongan BRICS untuk menciptakan tata kelola global yang lebih inklusif dan representatif. Selain isu gender, kelompok tersebut juga meminta adanya pemerataan representasi geografis di lingkungan Sekretariat PBB maupun berbagai organisasi internasional lainnya.

BRICS menilai negara-negara berkembang perlu mendapatkan ruang lebih besar dalam struktur kepemimpinan global. Tidak hanya di tingkat diplomatik, tetapi juga pada posisi-posisi strategis pengambil keputusan.

Para diplomat utama BRICS juga menegaskan pentingnya memperluas keterlibatan perempuan, khususnya perempuan dari negara berkembang, di semua jenjang kepemimpinan internasional. Langkah itu dianggap penting untuk menciptakan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan kebijakan dunia dikutip Antara.

BRICS sendiri merupakan kelompok kerja sama antarpemerintah yang dibentuk pada tahun 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil. Kemudian, Afrika Selatan resmi bergabung pada tahun 2011.

Keanggotaan BRICS terus berkembang. Pada awal 2024, lima negara baru ikut bergabung, yakni Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Sementara itu, Indonesia resmi menjadi anggota ke-11 BRICS pada tahun 2025. Tahun ini, India memegang keketuaan BRICS dan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru