Loading
Foto yang diabadikan pada 7 Februari ini menunjukkan staf darat membersihkan salju dari badan pesawat di sebuah bandara internasional di Changzhou, Provinsi Jiangsu. ANTARA/Xinhua.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Sejumlah maskapai besar di China mengumumkan kenaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik mulai 16 Mei 2026.
Maskapai seperti Air China, China Southern Airlines, dan Xiamen Airlines akan menerapkan tarif baru pada tiket yang dijual mulai tanggal tersebut.
Berdasarkan kebijakan terbaru, penumpang untuk rute domestik sejauh 800 kilometer atau kurang akan dikenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar 90 yuan atau sekitar Rp231 ribu per segmen penerbangan.
Sementara itu, untuk penerbangan dengan jarak di atas 800 kilometer, biaya tambahan naik menjadi 170 yuan atau sekitar Rp438 ribu per segmen.
Maskapai menjelaskan bahwa tiket domestik yang dibeli pada atau sebelum 15 Mei tetap mengikuti tarif lama, meskipun ada perubahan jadwal setelah kebijakan baru diberlakukan.
Saat ini, tarif fuel surcharge yang masih berlaku adalah 60 yuan untuk rute hingga 800 kilometer dan 120 yuan untuk penerbangan di atas 800 kilometer.
Kenaikan biaya tambahan bahan bakar ini diperkirakan akan berdampak pada harga tiket penerbangan domestik di China, terutama menjelang tingginya mobilitas masyarakat pada musim liburan dan perjalanan bisnis.
Meski demikian, pihak maskapai belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penyesuaian tarif tersebut.