Loading
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. ANTARA/Ahmet Serdar Eser/Anadolu/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan maupun ancaman dari pihak luar, termasuk Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Abbas Araghchi dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara BRICS 2026 yang berlangsung di India.
Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan persoalan yang melibatkan Iran.
“Tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat,” kata Abbas Araghchi.
Menurut Araghchi, Iran telah dua kali menjadi sasaran agresi yang disebutnya brutal dan ilegal oleh Amerika Serikat serta Israel dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Ia menyebut rakyat Iran tetap bersatu di tengah tekanan internasional dan yakin negaranya akan semakin kuat.
“Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Iran mengaku tetap berkomitmen terhadap jalur diplomasi sambil mempertahankan kesiapan militernya.
Araghchi menegaskan angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons keras terhadap serangan asing apabila diperlukan.
“Kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan haknya dilanggar,” tambahnya.
Konflik kawasan meningkat setelah serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan Iran, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun hingga kini belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan gencatan senjata akan terus diberlakukan tanpa batas waktu, meskipun ketegangan militer dan pembatasan maritim di kawasan Teluk masih berlangsung.
Amerika Serikat juga dilaporkan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran sejak pertengahan April.
Pertemuan BRICS tahun ini mengangkat tema “Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan” di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
BRICS sendiri kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab, Iran, dan Indonesia.