Loading
Presiden Donald Trump dan Xi Jinping. (ABC)
BEIJING, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) malam untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping. Agenda ini menjadi perhatian dunia karena membahas isu strategis mulai dari konflik Iran hingga Taiwan.
Pertemuan dua hari tersebut berlangsung di tengah hubungan AS–China yang masih diwarnai persaingan ekonomi, perdagangan, serta dominasi teknologi global.
Trump tidak datang sendiri. Ia didampingi lebih dari selusin eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk tokoh teknologi dan industri global seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), Tim Cook (Apple), Kelly Ortberg (Boeing), hingga David Solomon (Goldman Sachs).
Baca juga:
Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok Tewaskan 82 Orang, Operasi Penyelamatan Masih BerlangsungKehadiran para pemimpin bisnis ini membuka peluang pembahasan kerja sama ekonomi dan investasi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Dalam perjalanan menuju Beijing, Trump menegaskan harapannya agar China lebih terbuka terhadap kerja sama ekonomi.
“Orang-orang brilian ini dapat melakukan keajaiban mereka, dan membantu Republik Rakyat China ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tulis Trump di media sosial.
Ia juga menekankan bahwa pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan besar di sektor perdagangan dan investasi.
Salah satu isu utama yang mencuat dalam pertemuan ini adalah konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
China diketahui menjadi pembeli minyak mentah terbesar Iran, yang memberikan dukungan ekonomi penting bagi Teheran. Situasi ini membuat Beijing memiliki posisi strategis dalam dinamika geopolitik kawasan.
Trump disebut akan meminta China untuk membantu mendorong Iran mencapai kesepakatan damai dengan Washington, meski sebelumnya ia menyatakan AS tidak membutuhkan bantuan China dalam isu tersebut.
Selain Iran, isu Taiwan juga diperkirakan menjadi pembahasan penting. China menegaskan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak keras penjualan senjata asing ke pulau tersebut.
Sebelumnya, pada Desember, AS mengumumkan paket penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS ke Taiwan, yang memicu reaksi keras dari Beijing.
Kunjungan ini menjadi lawatan presiden AS pertama ke China sejak 2017, ketika Trump melakukan kunjungan resmi pada masa jabatan pertamanya.
Pertemuan puncak Trump–Xi Jinping dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (15/5), dengan pembahasan mencakup perdagangan, keamanan global, hingga stabilitas kawasan.