Loading
Pertemuan Barack Obama dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney memicu reaksi keras dari pendukung MAGA Donald Trump. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pertemuan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney memicu reaksi keras dari sejumlah pendukung gerakan MAGA yang berafiliasi dengan Presiden AS Donald Trump.
Momen tersebut terjadi saat Obama menghadiri acara gala yang digelar lembaga pemikir progresif Canada 2020 di Toronto, Kanada. Dalam video yang diunggah Carney melalui platform X, terlihat Obama berjabat tangan dengan sang perdana menteri sebelum menyapa istrinya, Diana Fox Carney.
Dilaporkan dan dikutip dari The Independent, Obama hadir di Toronto untuk menyampaikan pidato utama dalam acara tersebut. Hubungan profesional Obama dan Carney sendiri sudah terjalin cukup lama, setidaknya sejak 2008 ketika Obama menjabat Presiden AS dan Carney memimpin Bank of Canada.
Baca juga:
Michelle Obama Ungkap Tradisi Natal Keluarga: Lebih dari 100 Ribu Kartu Dikirim Setiap TahunNamun, pertemuan singkat itu justru memicu berbagai teori konspirasi di kalangan pendukung Trump. Sejumlah tokoh konservatif Amerika menilai pertemuan tersebut memiliki agenda politik tersembunyi yang berkaitan dengan pemerintahan Trump.
Laura Loomer, salah satu sekutu Trump yang cukup vokal di media sosial, bahkan menyebut pertemuan itu sebagai “kudeta”. Sementara penulis konservatif Buzz Patterson mempertanyakan maksud kunjungan Obama ke Kanada dan menyebut situasi tersebut “tidak baik bagi Amerika Serikat”.
Akun konservatif populer Catturd juga ikut menyinggung “Logan Act”, yakni undang-undang AS yang melarang warga negara tanpa otorisasi resmi melakukan negosiasi dengan pemerintah asing atas nama Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Obama melakukan tindakan politik atau diplomatik terkait pemerintahan Trump dalam kunjungannya ke Kanada.
Obama sendiri dikenal cukup jarang mengomentari pemerintahan penerusnya sejak meninggalkan Gedung Putih pada 2016. Namun dalam wawancara terbaru dengan The New Yorker saat mempromosikan Obama Presidential Center, ia mengakui tekanan politik selama bertahun-tahun turut memengaruhi kehidupan pribadinya.
Menurut Obama, keterlibatannya dalam berbagai isu politik setelah tidak lagi menjabat telah menimbulkan ketegangan dalam rumah tangganya bersama mantan Ibu Negara Michelle Obama.
Di sisi lain, hubungan antara Amerika Serikat dan Kanada memang tengah mengalami dinamika akibat kebijakan perdagangan dan tarif yang diterapkan Trump. Situasi tersebut membuat Kanada disebut semakin aktif memperkuat hubungan dengan sekutu internasional lainnya, termasuk negara-negara Uni Eropa.
Kecurigaan kelompok MAGA terhadap Obama juga berkaitan dengan tuduhan lama dari kubu Trump terkait dugaan campur tangan pejabat era Obama terhadap kampanye Trump pada pemilu 2016. Trump selama ini terus mendorong narasi bahwa pejabat tinggi pemerintahan Obama berupaya melemahkan legitimasi kampanyenya melalui isu campur tangan Rusia.
Tuduhan tersebut sebelumnya telah dibantah oleh juru bicara Obama, Patrick Rodenbush, yang menyebut klaim itu sebagai upaya pengalihan isu.
Meski begitu, sejumlah tokoh konservatif tetap memanfaatkan kunjungan Obama ke Kanada untuk memperkuat narasi politik mereka. Aktivis konservatif Tom Fitton, misalnya, menyebut Obama sebagai sosok yang pernah “memata-matai dan berusaha menghancurkan Trump”.
Komentar serupa juga datang dari Kirill Dmitriev, utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menyinggung kembali isu “Russiagate” sebagai respons terhadap video pertemuan Obama dan Carney.