Loading
Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA/Xinhua
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya menyetujui usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Ukraina, termasuk rencana pertukaran tawanan perang.
Pernyataan itu disampaikan Putin kepada wartawan pada Sabtu (9/5/2026). Menurutnya, usulan tersebut dinilai tepat karena mengandung nilai kemanusiaan sekaligus menghormati sejarah kemenangan bersama melawan Nazisme.
“Kami segera menyetujui hal ini. Selain itu, menurut saya, ini adalah usulan yang tepat dan memiliki sifat kemanusiaan,” ujar Putin.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru adanya peluang meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, meski situasi di lapangan masih berlangsung dinamis.
Dalam keterangannya, Putin juga menyinggung langkah Rusia dalam merespons ancaman yang disebut datang dari Kiev. Ia menegaskan bahwa Moskow sebelumnya telah memberikan peringatan melalui Kementerian Pertahanan Rusia terkait kemungkinan respons terhadap upaya mengganggu perayaan Hari Kemenangan.
Tak hanya melalui jalur militer, Rusia juga disebut telah menyampaikan nota diplomatik melalui Kementerian Luar Negeri sebagai bentuk respons terhadap apa yang disebutnya sebagai pernyataan provokatif dari Ukraina.
Meski demikian, Putin mengatakan Rusia tidak memiliki keinginan memperburuk hubungan dengan pihak mana pun. Namun, ia mengingatkan bahwa tindakan provokasi saat momentum Hari Kemenangan berpotensi memicu situasi yang lebih serius.
Putin juga mengaku belum menerima laporan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia terkait ada atau tidaknya provokasi selama peringatan Hari Kemenangan berlangsung.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa fokus utama militer Rusia saat ini tetap berada pada operasi militer di Ukraina.
“Angkatan bersenjata harus memusatkan perhatian mereka pada kekalahan akhir musuh melalui operasi militer khusus,” kata Putin dikutip Antara.
Perkembangan terbaru ini menjadi perhatian dunia internasional karena dapat memengaruhi arah konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak berharap langkah diplomasi dan gencatan senjata dapat membuka jalan menuju penyelesaian yang lebih damai.