AS Tegaskan Serangan ke Iran Bukan Bagian Operasi Epic Fury


 AS Tegaskan Serangan ke Iran Bukan Bagian Operasi Epic Fury Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. (XStateDept)

WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran. Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bagian dari Operasi Epic Fury.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (8/5/2026), Rubio menyebut serangan terbaru itu merupakan langkah defensif untuk melindungi kapal perang Amerika dari ancaman serangan rudal dan drone.

“Itu berbeda dan terpisah dari Operasi Epic Fury,” ujar Rubio saat menjelaskan tindakan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain merespons jika ada ancaman langsung terhadap armada militernya, terutama kapal perusak yang beroperasi di wilayah strategis.

Rubio mengatakan pihaknya harus segera mencegat rudal maupun pesawat nirawak yang mengarah ke kapal perang AS. Selain itu, sumber peluncuran serangan juga harus dilumpuhkan demi mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Kami harus menjatuhkan rudal itu. Kami harus melumpuhkan apa pun yang meluncurkan rudal tersebut. Alternatifnya adalah membiarkan rudal itu menenggelamkan salah satu kapal kami,” katanya dikutip Antara.

Sebelumnya, pada Kamis malam (7/5/2026), Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan pihaknya telah menyerang sejumlah fasilitas militer Iran. Serangan itu dilakukan setelah muncul dugaan adanya persiapan serangan terhadap kapal perang AS di kawasan Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur pelayaran penting dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Karena itu, setiap eskalasi konflik di wilayah tersebut selalu memicu perhatian internasional.

Di sisi lain, militer Iran menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pemerintah Iran mengklaim beberapa wilayahnya menjadi sasaran serangan udara AS dalam insiden terbaru ini.

Situasi tersebut menambah panjang ketegangan antara kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir kerap terlibat konflik politik dan militer di kawasan Timur Tengah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru