Loading
Arsip Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada 10 April 2022 XinhuaGa
MOSKOW, ARAHKITA.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait usulan pembentukan misi internasional untuk mengamankan Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya di platform X pada Rabu (6/5/2026), Macron menyampaikan bahwa Prancis bersama Inggris mengusulkan pembentukan misi multinasional guna meningkatkan keamanan pelayaran di kawasan strategis tersebut.
“Misi multinasional yang dibentuk oleh Prancis dan Inggris dapat membantu memulihkan kepercayaan di antara pemilik kapal dan perusahaan asuransi,” tulis Macron.
Ia menegaskan bahwa misi tersebut dirancang independen dari pihak-pihak yang sedang berseteru di kawasan tersebut.
“Saya telah mengundang Presiden Iran untuk memanfaatkan kesempatan ini dan bermaksud membahas masalah ini dengan Presiden AS Donald Trump,” tambahnya.
Menurut Macron, stabilitas di Selat Hormuz dapat membuka jalan bagi kemajuan negosiasi lebih luas, termasuk isu senjata nuklir, rudal balistik, serta dinamika keamanan regional.
Ia juga menyerukan agar seluruh pihak segera mencabut blokade yang terjadi di Selat Hormuz tanpa syarat.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Prancis menyebut kapal induk Charles de Gaulle telah bergerak menuju Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bagian dari persiapan misi pengamanan pelayaran yang dirancang Prancis dan Inggris.
Ketegangan yang meningkat di sekitar Iran telah menyebabkan gangguan serius di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga energi dunia.