Populasi Anak Jepang Terjun ke Rekor Terendah, Alarm Krisis Demografi Kian Nyata


 Populasi Anak Jepang Terjun ke Rekor Terendah, Alarm Krisis Demografi Kian Nyata Anak-anak menunggu Kontes Bayi Menangis Naki Sumo di Tokyo, Jepang, pada 28 April 2024. Naki Sumo adalah upacara tradisional yang dilakukan sebagai doa untuk pertumbuhan yang sehat. ANTARA/Xinhua/Zhang Xiaoyu

TOKYO, ARAHKITA.COM – Jepang kembali menghadapi kenyataan pahit terkait krisis demografi. Jumlah anak-anak di negeri tersebut kini menyentuh titik terendah sepanjang sejarah.

Data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan bahwa populasi anak berusia di bawah 15 tahun per 1 April 2026 hanya sekitar 13,29 juta jiwa. Angka ini turun sekitar 350.000 anak dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini bukan fenomena baru. Jepang telah mengalami tren penurunan jumlah anak selama 45 tahun berturut-turut—sebuah kondisi yang menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan angka kelahiran belum membuahkan hasil signifikan.

Tak hanya dari sisi jumlah, proporsi anak terhadap total populasi juga terus menyusut. Saat ini, hanya 10,8 persen penduduk Jepang yang berusia di bawah 15 tahun—menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai pada 1950.

Jika dilihat lebih dalam, struktur usia menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Anak usia 12–14 tahun tercatat sekitar 3,09 juta jiwa, sementara kelompok usia 0–2 tahun hanya 2,13 juta. Artinya, jumlah kelahiran baru terus menurun dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Data dari Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang memperkuat kondisi ini. Pada 2025, jumlah bayi yang lahir di Jepang hanya mencapai 705.809 kelahiran, rekor terendah sepanjang sejarah dan menandai penurunan selama 10 tahun berturut-turut dikutip Antara.

Padahal, Jepang pernah mengalami masa keemasan pertumbuhan anak. Pada 1954, jumlah anak mencapai hampir 30 juta jiwa, didorong oleh fenomena baby boom pasca perang. Bahkan gelombang baby boom kedua sempat terjadi pada periode 1971–1974.

Namun kini, situasinya berbalik drastis.

Menurut survei Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jepang menjadi salah satu negara dengan proporsi anak terendah di dunia untuk kategori negara berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa. Posisi terendah ditempati oleh Korea Selatan dengan proporsi anak hanya sekitar 10,2 persen.

Fenomena ini menjadi peringatan serius. Tanpa generasi muda yang cukup, Jepang berpotensi menghadapi tantangan besar di masa depan—mulai dari krisis tenaga kerja hingga tekanan pada sistem sosial dan ekonomi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru