Loading
Ledakan pabrik kembang api di Hunan, China, menewaskan 21 orang dan melukai 61 lainnya. (Ilustrasi AI)
BEIJING, ARAHKITA.COM – Suasana sore yang semestinya biasa berubah menjadi tragedi di China tengah. Sebuah pabrik kembang api di Kota Liuyang, Provinsi Hunan, dilaporkan meledak hebat pada Senin (4/5/2026), menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 61 lainnya.
Informasi ini disampaikan oleh China Central Television (CCTV), yang mengutip data dari otoritas setempat. Ledakan terjadi sekitar pukul 16.43 waktu setempat, atau 08.43 GMT.
Menurut laporan dari Biro Manajemen Darurat Kota Liuyang, insiden tersebut langsung memicu respons cepat dari tim penyelamat. Petugas dikerahkan untuk mengevakuasi korban, sekaligus mengamankan area yang terdampak ledakan.
Sejumlah korban luka telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat. Hingga kini, kondisi sebagian korban masih dalam penanganan intensif.
Pihak berwenang juga bergerak cepat dengan menahan individu yang diduga bertanggung jawab atas insiden ini. Namun, detail mengenai peran dan keterlibatan pihak tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, tim investigasi masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Proses pembersihan lokasi juga terus dilakukan guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan dikutip Antara.
Ledakan di pabrik kembang api bukan pertama kali terjadi di China, mengingat industri ini memiliki risiko tinggi jika standar keselamatan tidak dipatuhi dengan ketat. Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan penerapan protokol keselamatan kerja di sektor industri berisiko tinggi.