Loading
Arsip Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz 30 April 2019. ANTARAXinhuaA
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran menyatakan kendali penuh atas jalur strategis dunia, Selat Hormuz.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa saat ini tidak ada satu pun kapal yang bisa melintasi selat tersebut tanpa izin resmi dari angkatan bersenjata Iran.
Menurutnya, penguasaan Selat Hormuz merupakan “hak inheren” Iran yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kini, kontrol tersebut diterapkan secara aktif di tengah situasi geopolitik yang memanas.
“Baik kapal sekutu maupun lawan, semuanya wajib mendapatkan izin dan otorisasi dari pasukan kami sebelum melintas,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan media Iran, Sabtu (2/5/2026).
Militer Iran Perkuat Pengawasan
Baca juga:
Blokade Selat Hormuz Picu Kekhawatiran, Arab Saudi Minta AS Kembali Berunding dengan IranPengamanan di Selat Hormuz kini dibagi antara dua kekuatan utama. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps mengawasi wilayah barat, sementara militer reguler Iran menjaga sisi timur.
Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kontrol Iran terhadap salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menjadi urat nadi distribusi energi global.
Negara-negara Mulai Ajukan Izin
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, menyebut sejumlah negara kini mulai mengajukan permohonan resmi agar kapal mereka diizinkan melintas.
Permintaan tersebut disebut disampaikan melalui berbagai jalur diplomatik, termasuk teleks dan surat resmi, menandakan kekhawatiran global atas kebijakan baru Iran.
Pemicu Ketegangan
Pengetatan ini mulai diberlakukan sejak 28 Februari 2026. Iran saat itu melarang kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel menggunakan jalur aman di Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas serangan gabungan yang sebelumnya terjadi di wilayah Iran, yang semakin memperkeruh hubungan di kawasan dikutip Antara.
Selat Hormuz: Jalur Vital Dunia
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar sepertiga pasokan minyak global melewati selat ini setiap harinya.
Karena itu, setiap perubahan kebijakan di wilayah ini berpotensi berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi.