Arab Saudi Soroti Ancaman di Selat Hormuz, Peringatkan Dampak Global di DK PBB


 Arab Saudi Soroti Ancaman di Selat Hormuz, Peringatkan Dampak Global di DK PBB Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py.)

NEW YORK, ARAHKITA.COM – Ketegangan di kawasan Teluk kembali menjadi perhatian dunia. Dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Arab Saudi mengingatkan bahwa ancaman di Selat Hormuz bukan sekadar isu regional, melainkan berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global.

Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz Alwasil, menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah jalur strategis yang sangat vital bagi perdagangan dunia, khususnya distribusi energi.

Dalam pertemuan DK PBB pada Senin (27/4/2026) yang membahas keselamatan jalur maritim, Alwasil menyampaikan bahwa gangguan sekecil apa pun terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz bisa memicu efek domino. Dampaknya tidak hanya terasa pada harga energi, tetapi juga pada rantai pasokan global hingga stabilitas ekonomi internasional.

Menurutnya, keamanan di Selat Hormuz bukan tanggung jawab satu negara saja. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, penguatan kerja sama lintas negara, serta implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 Tahun 2026.

Arab Saudi juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya de-eskalasi konflik di kawasan. Salah satunya adalah inisiatif mediasi yang dipimpin oleh Pakistan, yang hingga kini masih terus berjalan untuk meredakan ketegangan dikutip Antara.

Di sisi lain, Alwasil mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap tegas dengan mengecam serangan yang dikaitkan dengan Iran terhadap Arab Saudi sejak awal krisis.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial yang tidak hanya menentukan stabilitas kawasan Teluk, tetapi juga denyut nadi ekonomi global.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru