Raja Charles III Tiba di AS, Dijadwalkan Bertemu Donald Trump dan Pidato di Kongres


 Raja Charles III Tiba di AS, Dijadwalkan Bertemu Donald Trump dan Pidato di Kongres Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantropi asal Indonesia dan Inggris tersebut membahas program-program konservasi, termasuk mengenai konservasi gajah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Raja Inggris Raja Charles III tiba di Amerika Serikat untuk melakukan rangkaian kunjungan resmi, termasuk pertemuan dengan Presiden Donald Trump serta anggota Kongres AS.

Kedatangan Raja Charles III bersama Ratu Camilla pada Senin (27/4/2026) mendarat di Pangkalan Militer Andrews, dekat Washington DC. Keduanya disambut secara resmi oleh Ketua Protokol AS Monica Crowley serta Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Christian Turner.

Setelah upacara penyambutan yang dihadiri personel Angkatan Darat AS, pasangan kerajaan tersebut melanjutkan perjalanan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump.

Dalam suasana yang lebih santai, Raja Charles III dan Ratu Camilla turut menghadiri jamuan teh bersama Presiden AS di Gedung Putih.

Pada malam harinya waktu setempat, sebuah resepsi kenegaraan digelar di kediaman Duta Besar Inggris di Washington DC. Acara tersebut dihadiri oleh tamu dari Inggris dan Amerika Serikat sebagai bagian dari rangkaian diplomasi kedua negara.

Agenda penting lainnya adalah pidato Raja Charles III di hadapan Kongres AS pada Selasa waktu setempat. Pidato ini menjadi momen bersejarah karena merupakan yang pertama oleh seorang anggota keluarga kerajaan Inggris di Kongres sejak tahun 1991.

Saat itu, mendiang Ratu Elizabeth II menjadi kepala negara Inggris pertama yang menyampaikan pidato di hadapan legislator Amerika Serikat, menjadikan kunjungan Charles III kali ini memiliki nilai simbolis yang kuat dalam hubungan bilateral kedua negara.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru