Iran Beri Pengecualian Tarif Selat Hormuz untuk Rusia dan Negara Sahabat


 Iran Beri Pengecualian Tarif Selat Hormuz untuk Rusia dan Negara Sahabat Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Exercise/pri.

MOSKOW, ARAHKITA.COM — Pemerintah Iran memberikan pengecualian terhadap sejumlah negara, termasuk Rusia, terkait biaya transit di Selat Hormuz.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, Kamis (23/4/2026) menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih bersifat terbatas dan dapat berubah sesuai dinamika politik ke depan.

“Saat ini kami memberikan pengecualian bagi sejumlah negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Namun, Kementerian Luar Negeri kami sedang berupaya untuk menerapkan pengecualian bagi negara-negara sahabat, termasuk Rusia,” ujarnya kepada media Rusia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, menyatakan bahwa Iran untuk pertama kalinya mulai menerima pendapatan dari biaya transit Selat Hormuz. Dana tersebut telah disalurkan ke bank sentral Iran.

Penerapan tarif ini merupakan bagian dari kebijakan Teheran menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah serangan bersama oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebagai respons, Iran tidak hanya memberlakukan tarif, tetapi juga menutup akses Selat Hormuz hingga blokade angkatan laut Amerika Serikat dicabut sepenuhnya.

Situasi ini berdampak besar terhadap jalur distribusi energi global. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara di dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut turut memengaruhi aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru