Presiden Iran: Ancaman dan Sanksi Gagalkan Diplomasi


 Presiden Iran: Ancaman dan Sanksi Gagalkan Diplomasi Arsip Presiden Iran Masoud Pezeshkian ANTARAAnadolupy

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa berbagai tekanan dari Amerika Serikat menjadi penghambat utama dalam proses negosiasi dengan Iran.

Dalam pernyataannya melalui media sosial X pada Rabu (22/4/2026), Pezeshkian menyinggung pelanggaran komitmen, blokade di Selat Hormuz, serta ancaman militer sebagai faktor yang merusak upaya dialog.

“Iran selalu menyambut dan membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, itikad buruk, pengepungan, dan ancaman merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus,” tulis Pezeshkian.

Ia juga mengkritik keras sikap pihak lawan yang dinilai tidak konsisten.

“Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,” lanjutnya.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak serangan gabungan pada 28 Februari yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan serta korban sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, yang diklaim sebagai langkah pertahanan diri.

Eskalasi konflik ini turut berdampak besar pada jalur energi global. Ketegangan di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia—sempat mengganggu lalu lintas kapal dan mendorong lonjakan harga energi dunia.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Meski belum ada deklarasi resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka, situasi tetap memanas. Amerika Serikat dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, yang semakin memperumit peluang tercapainya solusi diplomatik.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru