Kabar Baik dari Korea Selatan: Angka Kelahiran Naik 20 Bulan Berturut-turut


 Kabar Baik dari Korea Selatan: Angka Kelahiran Naik 20 Bulan Berturut-turut Anak-anak bermain di air mancur di tengah gelombang panas di Seoul, Korea Selatan, 16 Agustus 2024. ANTARA/XInhua/Jun Hyosang

SEOUL, ARAHKITA.COM — Ada secercah harapan dari Korea Selatan. Setelah bertahun-tahun menghadapi krisis angka kelahiran rendah, negeri tersebut kini menunjukkan tren yang mulai membaik.

Data terbaru yang dirilis pemerintah pada Rabu (22/4/2026) mengungkapkan bahwa angka kelahiran di Korea Selatan telah meningkat selama 20 bulan berturut-turut. Ini menjadi sinyal positif bahwa negara tersebut perlahan keluar dari tekanan demografi yang selama ini menjadi perhatian global.

Pada Februari 2026, jumlah bayi yang lahir mencapai 22.898, naik 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren kenaikan ini bahkan sudah berlangsung konsisten sejak Juli 2024.

Tak hanya itu, angka kesuburan total (total fertility rate)—yakni rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan sepanjang hidupnya—ikut meningkat menjadi 0,93. Meski masih jauh dari angka ideal 2,1 untuk menjaga stabilitas populasi, peningkatan ini tetap dianggap sebagai perkembangan penting.

Namun, di balik kabar baik tersebut, tantangan belum sepenuhnya teratasi.

Jumlah pernikahan justru mengalami penurunan sebesar 4,2 persen, dengan total 18.557 pernikahan pada Februari. Sementara itu, angka perceraian turun cukup signifikan sebesar 15,6 persen, menjadi 6.197 kasus dikutip Antara.

Di sisi lain, angka kematian tercatat 29.172, turun 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah kematian masih lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.

Akibatnya, Korea Selatan masih mengalami penurunan populasi alami, dengan selisih minus 6.275 jiwa pada bulan tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan, jalan menuju pemulihan populasi masih panjang. Kebijakan pemerintah, perubahan gaya hidup, serta faktor ekonomi akan tetap menjadi penentu utama apakah tren positif ini bisa bertahan dalam jangka panjang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru