Italia Dorong Kesepakatan Buka Selat Hormuz, Serukan Gencatan Senjata di Lebanon


 Italia Dorong Kesepakatan Buka Selat Hormuz, Serukan Gencatan Senjata di Lebanon Arsip foto - Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani saat memberikan pernyataan pers di Markas Besar NATO di Brussels, Belgia, pada Rabu (3/12/2025).(ANTARA/Dursun Aydemir/Anadolu/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Italia kembali mengangkat isu krusial di Timur Tengah: pembukaan jalur strategis Selat Hormuz dan pentingnya gencatan senjata yang berkelanjutan di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan urgensi tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam komunikasi itu, Tajani mendorong Iran untuk mengambil langkah konstruktif demi meredakan ketegangan yang terus berlangsung di kawasan.

Menurut Tajani, pembukaan kembali Selat Hormuz harus dilakukan secara aman melalui kesepakatan bersama. Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa program nuklir Iran tetap berada dalam koridor sipil.

Dalam pernyataannya di platform X, Tajani menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa tercapai jika ada komitmen nyata terhadap perdamaian. Ia juga mengajak Iran untuk membangun kembali hubungan positif dengan negara-negara di kawasan Teluk.

Tak hanya itu, Italia turut menyoroti situasi di Lebanon. Pemerintah Italia memprioritaskan terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan dan siap mengambil peran aktif dalam mendorong dialog demi stabilitas jangka panjang.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Langkah ini diambil untuk memberi waktu bagi Teheran menyusun “proposal terpadu”, setelah adanya permintaan dari pejabat Pakistan.

Meski demikian, dinamika di lapangan masih jauh dari kata stabil. Gencatan senjata yang diumumkan pada awal April dijadwalkan berakhir, sementara kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel baru saja berlaku pada 17 April.

Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Israel akan tetap mempertahankan kendali atas wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan.

Sejak awal Maret, konflik di Lebanon telah menelan korban besar. Data resmi mencatat sekitar 2.300 orang meninggal dunia, lebih dari 7.500 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi serangan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru