Trump Sebut Gencatan Senjata AS–Iran Menguntungkan, AS Gunakan Waktu Isi Ulang Amunisi


 Trump Sebut Gencatan Senjata AS–Iran Menguntungkan, AS Gunakan Waktu Isi Ulang Amunisi Orang-orang berada di sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara AS dan Israel di Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Iran, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM —Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebagai hal yang menguntungkan, karena memberi waktu bagi militer AS untuk mengisi kembali stok amunisi.

“[Gencatan senjata] menurut saya hal yang baik, karena kami kini terisi penuh. Kami mempunyai banyak amunisi, kami memiliki begitu banyak segalanya… jauh lebih kuat dibanding empat atau lima pekan lalu. Jadi, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi kembali stok,” ujar Trump dalam wawancara dengan CNBC.

Trump juga menambahkan bahwa Iran kemungkinan besar melakukan hal serupa selama masa gencatan senjata tersebut.

Pada Senin (20/4/2026), Trump menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan dirinya akan memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan baru hingga Rabu (22/4/2026) malam. Ia bahkan memperingatkan potensi eskalasi kembali jika kesepakatan gagal dicapai.

“Banyak bom akan kembali meledak,” katanya.

Diketahui, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, upaya lanjutan dalam perundingan di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan final. Meski demikian, belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka.

Saat ini, Amerika Serikat juga disebut telah memberlakukan blokade terhadap beberapa pelabuhan di Iran, sementara mediator internasional terus berupaya mendorong putaran negosiasi baru.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru