Tragedi Gaza terus memburuk dengan lebih dari 72 ribu korban tewas akibat agresi Israel. (Ilustrasi AI)
GAZA, ARAHKITA.COM – Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk dan menyisakan luka mendalam bagi dunia. Sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa kini mencapai angka yang mencengangkan: 72.549 orang dilaporkan tewas, sementara 172.274 lainnya mengalami luka-luka.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan keluarga yang kehilangan orang tercinta, serta harapan yang perlahan runtuh bersama bangunan-bangunan yang hancur.
Dalam 24 jam terakhir saja, rumah sakit di Gaza menerima delapan jenazah baru dan 24 korban luka, menandakan bahwa kekerasan masih terus berlangsung tanpa jeda yang berarti.
Baca juga:
Sekutu Eropa Menjauh dari Dewan Perdamaian Trump, KTT Washington Dibayangi Skeptisisme GlobalSituasi juga semakin memprihatinkan setelah gencatan senjata pada 11 Oktober. Alih-alih mereda, jumlah korban justru bertambah signifikan. Tercatat 773 orang meninggal dunia sejak periode tersebut, sementara lebih dari 2.171 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, sebanyak 761 jasad warga Palestina ditemukan dalam kurun waktu yang sama—sebuah angka yang menunjukkan betapa banyak korban yang sebelumnya tak terjangkau.
Namun, kenyataan paling memilukan mungkin adalah fakta bahwa ribuan warga Palestina masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau bahkan tergeletak di jalanan tanpa pertolongan dikutip Antara.
Upaya penyelamatan pun berjalan sangat terbatas. Petugas tanggap darurat menghadapi berbagai kendala, terutama minimnya alat berat dan peralatan evakuasi, yang membuat proses pencarian dan penyelamatan korban berlangsung lambat dan penuh risiko.
Di tengah kondisi ini, Gaza tidak hanya menghadapi krisis kemanusiaan, tetapi juga krisis harapan. Dunia terus menyoroti, namun bagi mereka yang berada di sana, setiap detik adalah perjuangan untuk bertahan hidup.