Italia Batasi Avtur di Empat Bandara Utama, Ini Penyebabnya


 Italia Batasi Avtur di Empat Bandara Utama, Ini Penyebabnya Ilustrasi - bendera Italia (Anadolu)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Distribusi bahan bakar pesawat (avtur) di sejumlah bandara utama Italia mengalami pembatasan sementara hingga 9 April 2026. Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan trafik penerbangan selama libur Paskah, ditambah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Perusahaan pemasok bahan bakar penerbangan, Air BP, mengumumkan pembatasan distribusi avtur di empat bandara besar, yakni Bologna, Milan Linate, Treviso, dan Venesia. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita ANSA.

Dalam kebijakan tersebut, distribusi bahan bakar akan diprioritaskan untuk penerbangan penting. Di antaranya adalah penerbangan ambulans udara, penerbangan kenegaraan, serta penerbangan jarak jauh dengan durasi lebih dari tiga jam. Sementara itu, penerbangan reguler lainnya akan menerima jatah terbatas selama periode pembatasan berlangsung.

Presiden Otoritas Penerbangan Sipil Italia, Pierluigi Di Palma, menegaskan bahwa kondisi ini lebih dipengaruhi oleh tingginya aktivitas penerbangan selama musim liburan Paskah.

“Kesulitan pasokan bahan bakar terkait dengan periode Paskah yang padat, bukan akibat penutupan Selat Hormuz,” ujarnya kepada ANSA.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa situasi dapat berubah jika konflik global terus bereskalasi.

“Jika konflik berlanjut, akan ada konsekuensi,” tambahnya.

Ketegangan di Timur Tengah memang tengah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Konflik memanas sejak serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel dan negara-negara di sekitarnya.

Selain itu, Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Langkah ini turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan bahan bakar, termasuk untuk sektor penerbangan.

Kombinasi antara lonjakan permintaan musiman dan ketidakpastian geopolitik ini membuat distribusi avtur di Italia harus diatur lebih ketat demi menjaga keberlangsungan operasional penerbangan prioritas.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru