Jepang Siapkan Sekitar Rp85 Triliun untuk Subsidi Bensin di Tengah Lonjakan Harga Minyak


 Jepang Siapkan Sekitar Rp85 Triliun untuk Subsidi Bensin di Tengah Lonjakan Harga Minyak Jepang Siapkan Sekitar Rp85 Triliun untuk Subsidi Bensin di Tengah Lonjakan Harga Minyak. (AI Generated)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Jepang bersiap menambah anggaran besar untuk menahan kenaikan harga bahan bakar di tengah tekanan pasar energi global.

Kabinet Jepang diperkirakan akan menyetujui pencairan sekitar 800 miliar yen dari cadangan darurat dalam anggaran fiskal 2025, sebagai tambahan subsidi bensin.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi berkepanjangan akibat krisis di Timur Tengah.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah tidak menutup kemungkinan penggunaan cadangan darurat tambahan pada tahun fiskal berikutnya jika situasi belum membaik.

“Jika perlu, kami tidak mengesampingkan penggunaan cadangan darurat untuk fiskal 2025 atau fiskal 2026,” ujar Takaichi dalam sidang pleno Majelis Tinggi baru-baru ini, seperti dilansir Asahi Shimbun.

Sejak 19 Maret, pemerintah telah menyalurkan subsidi kepada pedagang grosir minyak guna menjaga harga rata-rata bensin reguler tetap di kisaran 170 yen per liter.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk bahan bakar lain seperti diesel, minyak berat, dan minyak tanah.

Meski masih memiliki sekitar 280 miliar yen dari sisa anggaran subsidi, pemerintah menilai tambahan dana tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga energi.

Program subsidi bensin sendiri telah berjalan sejak Januari 2022, saat pandemi COVID-19, dan diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi pasar.

Hingga saat ini, total subsidi yang telah digelontorkan pemerintah Jepang tercatat melebihi 8 triliun yen.

Dalam kesempatan yang sama, Takaichi juga mengungkapkan rencana kerja sama energi dengan Amerika Serikat, termasuk usulan proyek penimbunan minyak mentah hasil produksi AS.

Ia menyebut Jepang dan Amerika Serikat sepakat memperkuat kerja sama dalam meningkatkan produksi minyak mentah guna menjaga stabilitas pasokan global.

Selain itu, pembahasan juga mencakup isu keamanan jalur distribusi energi, termasuk Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman minyak dunia.

Meski demikian, Takaichi enggan merinci lebih jauh isi pembicaraan tersebut karena menyangkut diplomasi antarnegara.

Ia menegaskan Jepang akan terus mendukung peran Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran global melalui kerja sama internasional.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru