Iran Tepis Isu Dialog dengan AS, Klaim Laporan Berita Palsu


 Iran Tepis Isu Dialog dengan AS, Klaim Laporan Berita Palsu Ilustrasi Bendera Iran dan AS (Gemini AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Ghalibaf menanggapi kabar yang beredar di media internasional, yang menurutnya sengaja dibuat untuk memengaruhi pasar minyak dan finansial global.

"Tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan Amerika Serikat. Berita palsu ini sengaja disebarkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta mengalihkan perhatian dari kekacauan yang menimpa AS dan Israel," ujar Ghalibaf melalui akun sosial media X, Senin (23/3/2026).

Ghalibaf menambahkan bahwa masyarakat Iran menuntut agar para agresor mendapat hukuman yang tegas dan menimbulkan penyesalan. Ia menegaskan bahwa seluruh pejabat negara berdiri teguh mendukung pemimpin dan rakyat hingga tujuan perang tercapai.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya menunda semua serangan terhadap infrastruktur energi selama lima hari. Trump menyebut dialog dua hari terakhir dengan Teheran berlangsung "sangat baik dan produktif."

Ketegangan di Teluk Persia meningkat sejak serangan gabungan Israel dan AS ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat.

Serangan balasan Iran menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan pada pasar global serta penerbangan internasional.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru