Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Energi Diserang


 Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Energi Diserang Presiden AS Donald Trump. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman keras: Washington siap menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial resmi Gedung Putih dan platform X pada Minggu (22/3/2026), Trump memberi tenggat waktu tegas.

Ia menegaskan, jika Iran tidak membuka Selat Hormuz secara penuh tanpa ancaman dalam waktu 48 jam, maka Amerika Serikat akan mulai melancarkan serangan, dimulai dari fasilitas pembangkit listrik terbesar milik Iran.

Ultimatum ini muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin tajam di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan ribuan warga sipil.

Situasi pun kian memanas setelah Iran melakukan serangan balasan. Gelombang rudal dan drone diluncurkan ke berbagai target, termasuk wilayah Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dikutip Antara.

Di tengah konflik tersebut, Iran juga mengambil langkah strategis dengan membatasi perlintasan di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.

Pembatasan itu disebut sebagai upaya menjaga keamanan perairan di tengah meningkatnya serangan dari AS dan Israel.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Selat Hormuz—sebuah jalur sempit yang menjadi kunci stabilitas energi global. Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru