UEA Klaim Tembak Jatuh Puluhan Rudal dan Drone dari Iran di Tengah Eskalasi


 UEA Klaim Tembak Jatuh Puluhan Rudal dan Drone dari Iran di Tengah Eskalasi UEA Klaim Tembak Jatuh Puluhan Rudal dan Drone dari Iran di Tengah Eskalasi. (AI Generated)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian meningkat setelah Uni Emirat Arab mengklaim berhasil menggagalkan serangan udara skala besar yang diluncurkan dari Iran.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat empat rudal balistik dan 26 drone dalam serangan terbaru.

Kementerian Pertahanan UAE menyebut, total sistem pertahanan udaranya berhasil menangani 338 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.740 drone yang menargetkan negara itu sejak 28 Februari.

Di waktu yang hampir bersamaan, otoritas keamanan UEA mengumumkan telah membongkar jaringan yang diduga terkait dengan Hizbullah dan Iran. Sejumlah anggota jaringan tersebut dilaporkan telah ditangkap.

Kelompok tersebut diduga beroperasi melalui perusahaan fiktif dengan tujuan menyusup ke sektor ekonomi UEA serta menjalankan agenda eksternal yang dinilai mengancam stabilitas keuangan negara.

Namun, Hizbullah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak berdasar.

Situasi ini turut mendapat perhatian dari negara lain di kawasan. Mesir mengecam berbagai skema teror yang menyasar negara-negara Teluk, termasuk Kuwait dan UEA, serta menilai tindakan tersebut mengancam stabilitas regional.

Di tengah eskalasi, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. Pertemuan tersebut membahas perkembangan konflik dan dampaknya terhadap keamanan kawasan.

Kedua pihak menekankan pentingnya menahan eskalasi dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi guna mencegah krisis yang lebih luas.

Konflik ini bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru