Qatar Kutuk Serangan Israel di Ladang Gas South Pars, Sebut Langkah ‘Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab‘


 Qatar Kutuk Serangan Israel di Ladang Gas South Pars, Sebut Langkah ‘Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab‘ Seorang warga menyaksikan lampu hias yang terpasang di pinggir jalan Doha, Qatar, Jumat (27/2/2026). Lampu hias dengan beragam bentuk itu terpasang di berbagai sudut Kota Doha selama bulan Ramadhan. ANTARA FOTO/Xinhua/Nikku/tom.

JAKARTA, ARAHKITA.COMQatar mengecam keras serangan yang dilakukan Israel terhadap ladang gas utama yang dimiliki bersama dengan Iran. Penyerangan ini disebut sebagai langkah “berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” terutama di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyampaikan pernyataan di platform X pada Rabu (18/3/2026).
“Penargetan Israel terhadap fasilitas-fasilitas yang terkait dengan ladang South Pars Iran, perpanjangan dari Ladang Utara Qatar, adalah langkah berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Al-Ansari menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi seperti ini dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan energi global dan kesejahteraan masyarakat di kawasan serta lingkungannya. Ia menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri, menghormati hukum internasional, dan mengambil langkah-langkah nyata untuk meredakan ketegangan.

Laporan sebelumnya dari Tasnim News Agency menyebutkan bahwa fasilitas energi di ladang gas South Pars, yang merupakan ladang gas terbesar di Iran, menjadi target serangan Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, zona industri Asaluyeh, tempat pemrosesan gas berada, juga terkena serangan, menyebabkan kebakaran pada tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan.

Langkah ini menambah kekhawatiran komunitas internasional terkait keamanan energi global, terutama mengingat South Pars juga menjadi sumber energi penting bagi Qatar dan Iran. Qatar menegaskan kembali perlunya dialog dan solusi diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru