Loading
Warga membersihkan puing-puing di antara bangunan yang hancur di daerah pemukiman di Teheran, Iran, 15 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati/pri.
TEHERAN, ARAHKITA.COM – Konflik yang memanas di Timur Tengah kini berdampak luas, tak hanya pada aspek militer dan kemanusiaan, tetapi juga pada warisan budaya. Pemerintah Iran mengklaim bahwa serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menghancurkan lebih dari 100 situs bersejarah di berbagai wilayah negara tersebut.
Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran menyebutkan, total 108 situs bersejarah dan budaya mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Informasi ini disampaikan melalui laporan yang dikutip kantor berita Tasnim.
Dari jumlah tersebut, wilayah yang paling terdampak adalah ibu kota Teheran dengan 60 situs yang rusak. Disusul oleh Isfahan sebanyak 19 situs, serta 12 situs lainnya di wilayah Kurdistan barat laut.
Serangan yang dimulai pada 28 Februari itu disebut menyasar berbagai target di Iran, termasuk kawasan strategis di Teheran. Selain merusak infrastruktur, serangan tersebut juga menimbulkan korban sipil dan memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Dalam pernyataannya, Iran juga menuding bahwa agresi militer tersebut tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi turut menghancurkan nilai sejarah dan identitas budaya bangsa.
Situasi semakin memanas ketika Iran melancarkan serangan balasan. Target yang disasar meliputi wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilansir Antara.
Konflik yang terus bereskalasi ini memicu kekhawatiran global, terutama terkait dampaknya terhadap warga sipil dan keberlanjutan warisan budaya dunia yang tak tergantikan.