Jumat, 21 Agustus 2026

Iran Tuntut AS Bayar Kompensasi dan Tarik Pasukan dari Teluk Persia


 Iran Tuntut AS Bayar Kompensasi dan Tarik Pasukan dari Teluk Persia Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. (shutterstock)

TEHERAN, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran mengajukan tuntutan keras kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Teheran menuntut Washington membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer sekaligus menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, pada Sabtu (14/3/2026).

Menurut Rezaei, Iran hanya akan mempertimbangkan penghentian perang jika dua syarat utama dipenuhi oleh Amerika Serikat.

Pertama, Washington harus memberikan kompensasi atas seluruh kerusakan yang terjadi akibat serangan militer terhadap Iran.

Kedua, Iran menuntut jaminan keamanan penuh di masa depan, yang menurutnya hanya mungkin tercapai jika Amerika Serikat menarik seluruh pasukan militernya dari kawasan Teluk Persia.

“Kami hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri perang jika, pertama, kami menerima kompensasi dari AS atas semua kerusakan. Kedua, kami membutuhkan jaminan keamanan 100 persen di masa depan, dan itu tidak mungkin tanpa penarikan AS dari Teluk Persia,” kata Rezaei dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN.

Seruan Tutup Pangkalan AS

Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, juga menyuarakan sikap serupa.

Dalam pernyataannya pada Kamis (12/3/2026), ia menyerukan negara-negara di Timur Tengah untuk menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka serta menuntut ganti rugi atas serangan yang terjadi.

Seruan tersebut memperlihatkan sikap keras Teheran terhadap kehadiran militer Amerika di kawasan yang selama ini menjadi titik strategis geopolitik dunia dikutip dari Antara.

Awal Konflik

Konflik terbaru ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian membalas serangan itu dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah.

Alasan Serangan dan Dampaknya

Pemerintah Amerika Serikat dan Israel awalnya menyebut operasi militer itu sebagai langkah “preemptive strike” untuk mengantisipasi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun, tidak lama kemudian muncul pernyataan yang menunjukkan bahwa tujuan serangan juga terkait dengan upaya mengganti kepemimpinan di Iran.

Situasi semakin dramatis setelah Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer gabungan tersebut.

Kematian tokoh penting itu membuat pemerintah Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sekaligus memicu gelombang kemarahan di dalam negeri.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah yang selama ini sudah rapuh secara geopolitik.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru