Pemimpin Baru Iran Muncul Lewat Pesan TV, Warga Bertanya: Siapa yang Mengendalikan Negara?


 Pemimpin Baru Iran Muncul Lewat Pesan TV, Warga Bertanya: Siapa yang Mengendalikan Negara? Pesan pertama Khamenei kepada rakyat Iran disampaikan oleh seorang presenter televisi pemerintah.(EPA/BBC)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pidato pertama Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, justru memunculkan banyak pertanyaan di kalangan warga Iran. Alih-alih memberikan kepastian, pesan yang disampaikan melalui televisi pemerintah itu membuat sebagian masyarakat bertanya: siapa sebenarnya yang kini memegang kendali negara?

Pidato tersebut tidak disampaikan langsung oleh Mojtaba Khamenei. Pesannya dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah. Hal ini membuat sebagian warga Iran meragukan keaslian dan kondisi sang pemimpin baru.

Seorang perempuan Iran berusia 40-an dari Teheran mengatakan bahwa ia bahkan tidak yakin pesan tersebut benar-benar berasal dari Mojtaba Khamenei.

“Saya bahkan tidak yakin itu adalah pesannya,” ujarnya. Ia menilai kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa kekuasaan sebenarnya berada di tangan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam).

Kesaksian tersebut dilaporkan dan dikutip dari BBC, yang mewawancarai sejumlah warga Iran mengenai pidato pertama pemimpin baru negara itu.

Pidato Perdana yang Penuh Ancaman

Dalam pesan yang dibacakan pada Kamis, Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Iran akan tetap menutup Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Jika benar terjadi, langkah ini dapat mengganggu distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mengabaikan pembalasan terhadap kematian warga negaranya sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat.

Menurutnya, serangan balasan yang telah terjadi sejauh ini hanyalah “sebagian kecil” dari apa yang mungkin dilakukan Iran di masa depan.

Namun hingga kini Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat secara langsung di depan publik sejak dinobatkan sebagai penerus Ayatollah Ali Khamenei.

Spekulasi tentang Kondisi Pemimpin Baru Iran

Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei di ruang publik memicu berbagai spekulasi.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, bahkan menyebut tanpa menyertakan bukti bahwa Khamenei kemungkinan terluka dalam salah satu serangan udara awal di Teheran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei beserta anggota keluarganya.

Seorang pria Teheran berusia 30-an mengatakan ketidakhadiran sang pemimpin justru memperbesar keraguan masyarakat.

“Sungguh mengejutkan dia bahkan tidak mengeluarkan pesan suara. Itu membuat banyak orang bertanya-tanya tentang kondisinya,” katanya.

Warga lain berusia 20-an juga mengaku tidak mengetahui banyak tentang pemimpin baru Iran.

“Sejujurnya kami tidak tahu banyak tentang dia,” ujarnya.

Internet Diputus, Informasi Sulit Keluar dari Iran

Situasi di Iran juga diperumit oleh pemadaman internet yang diberlakukan pemerintah. Hal ini membuat komunikasi warga dengan dunia luar menjadi sangat terbatas.

Beberapa warga yang sempat berbicara dengan media internasional mengaku hanya dapat terhubung melalui tautan satelit untuk waktu yang sangat singkat.

Identitas mereka dirahasiakan demi keamanan.

Sebagian besar komentar yang muncul memang bernada kritis terhadap pemerintah. Namun di sisi lain, rezim Iran masih memiliki basis pendukung yang kuat.

Demonstrasi Pro-Pemerintah di Teheran

Pada Jumat, ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Teheran untuk mengikuti demonstrasi pro-pemerintah dalam rangka Hari Quds, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan penentangan terhadap Israel.

Banyak peserta aksi terlihat membawa foto Mojtaba Khamenei.

Sejumlah pejabat tinggi Iran juga hadir di tengah massa, termasuk Presiden Massoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani.

Dalam pesannya, Mojtaba Khamenei juga menyerukan masyarakat Iran untuk turun ke jalan guna “menghadapi musuh”.

Ledakan Terjadi di Dekat Demonstrasi

Sementara itu, rekaman video yang diverifikasi oleh BBC Persian dan BBC Verify menunjukkan adanya ledakan di dekat lokasi demonstrasi di Teheran.

Sebelumnya militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk wilayah di sekitar area tersebut.

Dalam salah satu video, Mohseni Ejei terlihat sedang memberikan wawancara kepada televisi pemerintah ketika sebuah ledakan terdengar di dekatnya. Kerumunan massa kemudian terdengar meneriakkan “Allahu Akbar”.

Korban Konflik Terus Bertambah

Perang yang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel juga memicu kerusakan besar di berbagai wilayah Iran.Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan ribuan lokasi sipil telah hancur, termasuk sekolah dan perumahan.

Kelompok aktivis Human Rights Activists in Iran (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat menyebut hampir 1.800 orang telah tewas, sekitar dua pertiganya merupakan warga sipil.

Banyak Warga Pesimis Perubahan Akan Terjadi

Sebagian warga Iran menilai pidato Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa kebijakan negara tidak akan banyak berubah.

“Pesan itu sangat radikal. Saya rasa tidak ada yang bisa diubah dari dalam,” kata seorang pria berusia 30-an di Teheran.Pendapat serupa datang dari warga Karaj, kota satelit di dekat Teheran.

Menurutnya, siapapun pemimpin Iran, Republik Islam kemungkinan tetap mempertahankan garis kebijakan yang sama.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru