Kamis, 10 September 2026

UEA Perkuat Pertahanan Udara, Korea Selatan Siap Percepat Kirim Sistem Rudal KM-SAM


 UEA Perkuat Pertahanan Udara, Korea Selatan Siap Percepat Kirim Sistem Rudal KM-SAM Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. (ANTARA/Anadolu/py)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah membuat Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat langkah memperkuat sistem pertahanannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta Korea Selatan mempercepat pengiriman rudal untuk sistem pertahanan udara jarak menengah Cheongung-2 (KM-SAM Block II).

Menurut laporan Kantor Berita News1 pada Selasa (10/3/2026), Seoul tengah mempertimbangkan percepatan pengiriman tersebut di tengah situasi keamanan regional yang semakin tidak menentu.

Permintaan percepatan ini sebelumnya juga dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan Yonhap. UEA disebut ingin menerima sistem pertahanan udara itu lebih cepat dari jadwal kontrak yang disepakati pada 2022, demi memperkuat kesiapsiagaan militernya.

Aktivitas Pengiriman Terekam di Pangkalan Udara

Rekaman video yang diperoleh News1 menunjukkan sebuah pesawat angkut militer C-17 milik Angkatan Udara UEA berada di Pangkalan Udara Daegu, Korea Selatan. Pesawat tersebut terlihat memuat kargo yang diduga kuat merupakan rudal Cheongung-2.

Pesawat terlihat di pangkalan sekitar pukul 16.00 waktu setempat (07.00 GMT) pada Senin (9/3). Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 19.25, pesawat itu lepas landas menuju Timur Tengah dan dilaporkan mendarat di Pangkalan Udara Al Dhafra, UEA, pada Selasa.

Tidak jauh dari pangkalan udara tersebut, perusahaan industri pertahanan Korea Selatan LIG Nex1 memproduksi rudal Cheongung-2. Hal ini memperkuat dugaan bahwa muatan pesawat C-17 tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan udara yang akan dikirim ke UEA.

Sebagai informasi, pesawat angkut militer C-17 Globemaster III memiliki kemampuan membawa kargo berat hingga sekitar 77 ton, sehingga mampu mengangkut berbagai perlengkapan militer berskala besar.

Kontrak Pertahanan Sejak 2022

Pada tahun 2022, UEA menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan pertahanan Korea Selatan LIG Nex1 dan Hanwha Aerospace untuk pengadaan 10 unit sistem pertahanan udara Cheongung-2.

Sejauh ini, Seoul telah mengirimkan dua unit sistem tersebut kepada UEA sebagai bagian dari kontrak kerja sama militer kedua negara dikutip dari Antara.

Ketegangan Regional Jadi Pemicu

Langkah percepatan pengiriman ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian merespons dengan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Situasi tersebut mendorong sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk UEA, meningkatkan kesiapan pertahanan udara mereka untuk mengantisipasi potensi ancaman lebih lanjut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru