Menlu Iran: Kami Siapkan Banyak Kejutan untuk AS di Tengah Ketegangan Konflik


 Menlu Iran: Kami Siapkan Banyak Kejutan untuk AS di Tengah Ketegangan Konflik Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers bersama di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan negaranya telah menyiapkan berbagai langkah tak terduga sebagai respons terhadap tekanan dan operasi militer Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform media sosial X pada Senin (9/3/2026). Ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi setiap rencana atau skenario yang dilakukan oleh AS terhadap negaranya.

“Iran sepenuhnya siap. Dan kami juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan,” tulis Araghchi dalam pernyataannya.

Dalam unggahannya, Araghchi juga menyindir nama sandi operasi militer AS yang disebut Operation Epic Fury. Ia bahkan menyebut operasi tersebut sebagai “Operation Epic Mistake” atau kesalahan besar.

Menurutnya, dampak dari operasi tersebut justru memicu gejolak ekonomi global.

“Sembilan hari setelah operasi dimulai, harga minyak naik menjadi dua kali lipat sementara berbagai komoditas melonjak tajam,” ujar Araghchi.

Ia juga menuduh AS tengah merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran dengan harapan dapat menekan dampak inflasi global.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari lalu ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Konflik yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran luas di kawasan dan pasar internasional. Salah satu risiko terbesar adalah potensi gangguan pada ekspor minyak global.

Kekhawatiran tersebut semakin besar karena jalur strategis pengiriman energi dunia, yakni Selat Hormuz, berada di wilayah yang terdampak langsung oleh ketegangan tersebut.

Jika konflik terus meningkat, analis memperingatkan bahwa pasar energi global bisa mengalami gejolak yang lebih besar, termasuk lonjakan harga minyak dunia.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru