Loading
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, dalam sebuah video ucapan yang diunggah melalui platform X, Minggu (17/8/2025). (Foto: xcom)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan militer kepada sejumlah negara di Timur Tengah yang terdampak serangan balasan Iran. Namun Canberra menegaskan tidak akan mengirim pasukan untuk terlibat langsung dalam perang.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan pemerintahnya tengah menilai kemungkinan memberikan dukungan pertahanan kepada negara-negara yang terkena dampak serangan Iran, terutama mereka yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
“Kami tidak berpartisipasi dalam aksi ofensif terhadap Iran, dan kami juga telah menegaskan bahwa Australia tidak akan mengerahkan pasukan darat ke Iran,” ujar Wong pada Minggu (8/3/2026), seperti dilaporkan Australian Broadcasting Corporation.
Ia menegaskan, posisi pemerintah Australia saat ini berbeda dengan kebijakan masa lalu yang pernah mengirim pasukan dalam konflik di Timur Tengah.
“Ini bukan Irak, dan kami bukan pemerintahan Howard. Kami tidak meminta rakyat Australia menerima laki-laki dan perempuan kami dikerahkan ke dalam perang darat,” kata Wong.
Menurutnya, bentuk bantuan yang sedang dipertimbangkan lebih berfokus pada dukungan pertahanan, misalnya membantu negara-negara di kawasan menghadapi serangan drone dan rudal yang diluncurkan Iran.
“Kami memang telah diminta memberikan bantuan, dan kami akan mempertimbangkannya sesuai dengan prinsip kebijakan luar negeri kami. Jika keputusan diambil, pemerintah akan bersikap transparan kepada publik,” tambahnya.
Evakuasi Warga Australia dari Timur Tengah
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, pemerintah Australia juga terus melakukan upaya pemulangan warganya dari Timur Tengah.
Sebuah penerbangan dari Dubai menuju Melbourne yang membawa 151 warga Australia dijadwalkan tiba pada Minggu. Selain itu, penerbangan lain juga dijadwalkan mendarat di Sydney pada malam hari.
Sejak jalur penerbangan internasional kembali dibuka, lebih dari 1.500 warga Australia telah berhasil dipulangkan melalui Uni Emirat Arab.
Diperkirakan sekitar 115.000 warga Australia berada di kawasan Timur Tengah saat konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dikutip Antara.
Konflik Timur Tengah Memanas
Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.
Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan besar yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, dan personel militer di berbagai wilayah Timur Tengah. Beberapa kota di Israel juga menjadi sasaran serangan.
Hingga kini, eskalasi konflik di kawasan tersebut masih terus meningkat dan memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya perang di Timur Tengah.