Trump Klaim Punya Kandidat ‘Pemimpin Baik‘ untuk Iran


 Trump Klaim Punya Kandidat ‘Pemimpin Baik‘ untuk Iran Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memberlakukan tarif global sebesar 15%. (Foto: EPA/BBC)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan Iran. Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News, Kamis (5/3/2026), Trump mengatakan bahwa ia menginginkan perubahan pada struktur kepemimpinan negara tersebut.

Menurut Trump, pemerintahan Iran saat ini perlu disingkirkan. Ia bahkan mengklaim telah memiliki beberapa nama yang dianggap mampu menjadi pemimpin yang baik bagi Iran di masa mendatang.

“Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan figur yang hanya akan membangun kembali Iran dalam waktu lama tanpa perubahan mendasar. Ia menginginkan sosok pemimpin yang dinilai mampu membawa arah baru bagi negara itu.

Meski mengaku telah memiliki beberapa kandidat, Trump menolak mengungkapkan identitas mereka. Ia hanya menyebut bahwa pemerintahannya sedang mengambil langkah-langkah tertentu untuk memastikan orang-orang dalam “daftar” tersebut tetap aman di tengah situasi konflik.

“Kami mengawasi mereka, ya,” ujar Trump.

Belum Yakin Siapa yang Akan Memimpin Iran

Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengakui bahwa dirinya belum benar-benar yakin siapa yang pada akhirnya akan memimpin Iran di masa depan. Namun ia sempat melontarkan komentar bernada sarkastik.

Trump mengatakan, bukan tidak mungkin suatu hari pejabat Iran justru akan menghubunginya untuk menanyakan siapa yang menurutnya cocok memimpin negara tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Respons terhadap Pernyataan Menlu Iran

Trump juga menanggapi komentar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang sebelumnya menyatakan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari pasukan Amerika Serikat dan Israel.

Namun Trump menilai pernyataan tersebut tidak relevan.

Menurutnya, opsi invasi darat tidak sedang dipertimbangkan oleh pemerintah AS. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tekanan militer terhadap Iran akan tetap berlanjut.

“Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa mereka hilangkan,” ujar Trump dilansir Antara.

Pernyataan itu kembali memicu berbagai komentar dan perdebatan, terutama terkait arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah situasi geopolitik yang terus memanas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru