Loading
Kedutaan AS di Riyadh Terbakar Usai Ledakan. (Ilustrasi: AI generated)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kebakaran dilaporkan terjadi di kedutaan Amerika Serikat di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, setelah terdengar ledakan keras pada Selasa pagi. Laporan awal dari Reuters yang mengutip dua sumber menyebutkan api muncul di kompleks diplomatik tersebut tak lama setelah insiden.
Empat saksi kepada Agence France-Presse seperti dilansir The Guardian, mengatakan dua ledakan terdengar di kawasan diplomatik Riyadh, lokasi berbagai kedutaan besar dan kediaman diplomat asing. Kepulan asap terlihat membumbung di atas area tersebut. Seorang warga menyebut ia mendengar dua ledakan berturut-turut sebelum asap terlihat membesar di langit kawasan itu.
Insiden ini terjadi ketika Iran melanjutkan serangan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah meningkatnya eskalasi, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan mendesak seluruh warga Amerika untuk meninggalkan kawasan Timur Tengah demi alasan keamanan. Peringatan itu dikeluarkan menyusul meluasnya konflik yang telah berdampak pada sejumlah negara di kawasan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan di kompleks kedutaan. Otoritas setempat juga belum memberikan keterangan terperinci mengenai penyebab pasti ledakan tersebut. Situasi keamanan di Riyadh dan sejumlah ibu kota negara Teluk lainnya dilaporkan dalam kondisi siaga tinggi.
Eskalasi ini menambah ketegangan regional yang terus meningkat sejak serangan udara terhadap Iran dimulai. Serangan balasan dan ancaman terhadap fasilitas diplomatik memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.