Iran Berduka: Sekitar 160 Orang Tewas dalam Serangan Udara ke Sekolah Perempuan


 Iran Berduka: Sekitar 160 Orang Tewas dalam Serangan Udara ke Sekolah Perempuan Sebuah ledakan dari serangan udara militer Amerika Serikat di dekat Universitas Teheran setelah serangan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). ANTARA/Xinhua/aa.

TEHERAN, ARAHKITA.COM — Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Iran. Sekitar 160 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran.

Informasi tersebut disampaikan media lokal Iran dengan mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Ia menyebut angka korban terus diperbarui seiring proses evakuasi dan identifikasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian.

Mengutip laporan Xinhua dilansir Antara, Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas mengecam serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kantor kepresidenan pada Sabtu (28/2/2026), Pezeshkian menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

Presiden juga memerintahkan seluruh pusat bantuan, fasilitas medis, dan pejabat terkait di wilayah terdampak untuk segera bergerak. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat, menyeluruh, dan tanpa hambatan bagi para korban luka serta keluarga yang terdampak, dengan mengerahkan seluruh sumber daya negara.

Sebelumnya, kantor berita semiresmi Tasnim melaporkan jumlah korban tewas berada di angka 85 orang. Namun, seiring masuknya laporan terbaru dari lapangan, angka korban diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat.

Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini memicu kecaman luas dan kembali menyoroti eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru