Trump Isyaratkan ‘Pengambilalihan Damai’ Kuba di Tengah Ketegangan Baru


 Trump Isyaratkan ‘Pengambilalihan Damai’ Kuba di Tengah Ketegangan Baru Trump Isyaratkan ‘Pengambilalihan Damai’ Kuba di Tengah Ketegangan Baru. (Whitehouse.gov)

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Presiden Donald Trump memicu perhatian internasional setelah menyatakan bahwa Kuba mungkin dapat berada di bawah kendali Amerika Serikat melalui apa yang ia sebut sebagai “pengambilalihan damai”. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan geopolitik meningkat menyusul penangkapan presiden Nicolás Maduro dari Venezuela.

Trump mengatakan pemerintah Kuba sedang menjalin komunikasi dengan Washington dan menghadapi tekanan ekonomi serius.

“Mereka tidak punya uang, mereka tidak punya apa-apa saat ini. Tetapi mereka sedang berbicara dengan kita dan mungkin kita akan melakukan pengambilalihan damai Kuba,” kata Trump seperti dilansir The Guardian.

Trump tidak memaparkan rincian pembicaraan tersebut, namun laporan menyebutkan pejabat AS bertemu dengan Raúl Guillermo Rodríguez Castro, cucu pemimpin revolusi Raúl Castro, di sela KTT para pemimpin Karibia, Caricom, sebagai bagian dari negosiasi tentang pembukaan pulau tersebut.

Komentar itu, muncul ketika hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut berada di titik terendah dalam puluhan tahun. Tekanan terhadap Havana meningkat setelah operasi yang diklaim berhasil menahan Maduro pada Januari, serta perubahan politik di Caracas yang membuka peluang kerja sama energi dengan perusahaan asing.

Situasi makin rumit setelah penghentian ekspor minyak Venezuela ke Kuba, yang memperburuk kondisi ekonomi pulau tersebut. Trump menilai situasi itu membuka peluang perubahan besar, bahkan menyebut kemungkinan pengambilalihan sebagai sesuatu yang “positif”.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran sebagian pihak karena mengingatkan pada sejarah dominasi ekonomi AS sebelum revolusi 1959 yang dipimpin Fidel Castro.

Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, sebelumnya mengatakan bahwa meskipun pemerintahnya bersedia untuk berbicara, diskusi tidak dapat melibatkan urusan internal Kuba, dan harus datang dengan posisi yang setara, menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan penentuan nasib mereka sendiri.

Sejumlah pengamat menilai retorika Trump juga berkaitan dengan dinamika politik domestik, terutama dukungan komunitas diaspora Kuba di Miami. Pernyataan serupa dinilai sejalan dengan sikap Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang disebut tengah mendorong strategi perubahan di pulau tersebut.

Ketegangan meningkat beberapa hari sebelumnya setelah laporan tentang kelompok bersenjata dari luar negeri yang mencoba mendarat di pantai utara Kuba dan terlibat baku tembak di laut yang menewaskan empat orang.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru